Pasar tersebut terselenggara di setiap kecamatan di Kota Semarang melalui pembinaan, sehingga ada perputaran ekonomi melalui tumbuhnya UMKM. Namun tetap disertai dengan penerapan protokol kesehatan.
Industri kreatif pun tak luput dari perhatian Hendi di mana pihaknya menginisiasi pembuatan sejumlah film dan album kompilasi para musisi. “Kami melaunching lima judul film yang dibuat anak-anak muda Semarang, mereka kita beri fasilitas berupa pembiayaan dengan budget yang terbatas,” tuturnya.
Dengan budget sekitar 250 juta untuk lima judul film tersebut, Hendi menyebut ekosistem ekonomi perfilman di Kota Semarang dapat tumbuh. “Launching film-nya di bioskop. Jadi bioskop ada penontonnya, sineas juga bisa memperoleh pendapatan dari karya mereka,” katanya.
Hal serupa juga dirinya lakukan kepada para musisi dan pelaku seni dengan menciptakan album kompilasi yang terdiri dari 40 musisi yang kemudian diperjualbelikan kepada masyarakat. “Maka potensi-potensi yang ada harus kita kembangkan. Termasuk pemikiran out of the box harus
Diakui Hendi, sepanjang 2020 kondisi ekonomi di wilayahnya mengalami penurunan. "Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang pada 2020 mestinya sedang asik-asiknya membangun, tapi 2021 pertumbuhan kita minus 1,61 persen,” ujarnya.