Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 20 April 2021 |06:24 WIB
Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung
Foto: Istimewa
A
A
A

Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Amangkurat II, Kembali Menyerang Giri Kedaton. Pada Penyerangan kali ini, Amangkurat II bersekutu dengan VOC. Penyerangan ini menandai keruntuhan dan akhir riwayat Giri Kedaton.

H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud dalam "Kerajaan Islam pertama di Jawa, tinjauan sejarah politik abad XV dan XVI " menuliskan Giri Kedaton atau Giri Gajah adalah sebuah Kedatuan dan Pusat Dakwah Islam di Gresik, Jawa Timur. Giri Kedaton di dirikan oleh salah seorang dari Anggota Walisanga Bernama Raden Ainul Yaqin atau lebih di kenal dengan sebutan Sunan Giri I.

Giri Kedaton didirikan pada tahun 1481. Pada awalnya Giri Kedaton ddiirikan sebagai Sebuah Pesantren dan Pusat Dakwah Islam di Jawa Timur, namun seiring dengan berjalannya waktu, Giri Kedaton menjelma sebagai Sebuah Kedatuan yang di pimpin oleh Sunan Giri I beserta keturunannya di Giri Kedaton.

Sebagai Pusat Dakwah Islam, tentu saja Giri Kedaton disegani oleh Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. bahkan para Raja/Sultan sering meminta nasehat dan petunjuk di Giri Kedaton.

Sunan Giri I sebagai pendiri Giri Kedaton merupakan satu diantara dari anggota Walisanga yang sangat disegani. Beliau adalah putra dari Syekh Maulana Ishak, seorang Ulama asal Samarkand, Uzbekistan. dalam riwayat lain, silsilah Raden Ainul Yaqin atau Sunan Giri I terhubung dengan Nabi Muhammad SAW. Sunan Giri I pernah berguru pada Sunan Ampel di Surabaya saat di adopsi oleh Nyai Ageng Pinatih dengan Nama Joko Samodra.

Setelah Berguru pada Sunan Ampel, Sunan Giri I kemudian menuntut ilmu di negeri Pasai. Setelah menuntut ilmu di Pasai, maka beliau memutuskan untuk mulai berdakwah di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Gresik, Jawa Timur. Di sana dia memulai berdakwah dengan mendirikan sebuah Pesantren dengan Nama Giri Gajah atau Giri Kedaton.

Pada saat ingin mendirikan Pesantren, Sunan Giri teringat pada pesan ayah nya untuk menemukan sebidang Tanah yang mirip dengan Tanah di Negeri Pasai. Maka beliau kemudian mencari tanah yang sekiranya mirip seperti tanah di Negeri Pasai. setelah mencari-cari, kemudian sampailah Sunan Giri I di suatu perbukitan di sekitaran Desa Sidomukti.

Pada saat sampai, beliau kemudian mencocokkan tanah nya dengan tanah yang di ambilnya di Negeri Pasai. Ternyata tanahnya sangat mirip dengan Tanah di Negeri Pasai. Kemudian mendirikan Pesantren dan Pusat Dakwah Islam dengan Nama Giri Gajah/Giri Kedaton. Tempat di dirikan pesantren itu cuacanya sejuk dan menenangkan, sehingga membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di dalam Pesantren.

Dalam Jangka waktu 3 tahun, Giri Kedaton terkenal ke seluruh penjuru Nusantara. Calon Santri-santri di Pesantren Giri kemudian datang berbondong-bondong dari segala penjuru Nusantara. Para santri itu ada yang dari Maluku, Madura, Lombok, Makassar, dan Ternate.

Menurut babad Tanah Jawa, murid dari Sunan Giri I juga ada yang dari luar Nusantara, seperti Arab, Mesir, dan Tiongkok.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement