Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menyingkap Hubungan Pangeran Diponegoro dan Santri

Doddy Handoko , Jurnalis-Kamis, 22 April 2021 |07:04 WIB
Menyingkap Hubungan Pangeran Diponegoro dan Santri
Pangeran Diponegoro. (Foto: Istimewa)
A
A
A

Bagi penulis Babad Diponegoro versi Surakarta jawabannya tidak ragu-ragu: dengan kata-kata yang konon diucapkan oleh Residen Yogyakarta, Anthonie Hendrik Smissaert (menjabat 1823–1825), Diponegoro adalah seorang “wali gadungan”, santri munafik, luarnya putih tapi dalamnya sama sekali kuning (Carey 1981a:19 yang mengutip LOr 2114: 7):

Suatu sumber Jawa lain pada masa yang sama, Buku Kedung Kebo (1842/43) merumuskannya dengan sedikit berbeda. Masalahnya bagi penulis naskah ini, Raden Adipati Cokronegoro I, Bupati Purworejo (1779-1862; menjabat 1831–1856), bukanlah terutama kesungguhan Diponegoro dalam mengabdikan diri pada Islam, tapi patut-tidaknya keputusannya menyerahkan kekuasaan politik ke tangan para santri. Lagi-lagi jawabannya jelas (Carey 1981a:249 catatan 54, yang mengutip KITLV Or 13: 150):

“Santri tidak dapat memerintah negara karena begitulah tabiat santri. Mereka mencari mereka sendiri. Mereka tidak dapat mengurus kerajaan. Lain sekali dengan perbawa seorang raja,” tulisnya.

Diponegoro sendiri tampaknya mengalami pertentangan yang mendalam. Di satu sisi, ia melancarkan perang suci dan untuk ini ia perlu dukungan santri, tidak kurang penting untuk menjamin agar ia menafsirkan dengan tepat mandatnya berdasarkan Alquran.

Di sisi lain, ia seorang Jawa tradisional, benar-benar murni seperti sudah ditegaskan oleh Nicolaus Engelhard (1761-1831), bekas pejabat kawakan VOC.

Sebagai seorang anggota keluarga kerajaan Yogya yang terkemuka, tentunya ia berpikir dalam kerangka pembentukan suatu keraton dengan segala pernak-pernik kerajaannya, sekalipun dengan langgam Islam Jawa yang khas.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement