Virus Corona Terdeteksi di Gunung Everest, Setidaknya Seorang Pendaki Positif Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 23 April 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 18 2399665 virus-corona-terdeteksi-di-gunung-everest-setidaknya-seorang-pendaki-positif-covid-19-lF8GOxCHsw.jpg Foto: Reuters.

KATHMANDU - Setidaknya satu pendaki di Gunung Everest dinyatakan positif Covid-19, hanya beberapa minggu setelah puncak tertinggi di dunia dibuka kembali untuk pendaki setelah satu tahun ditutup.

Bicara kepada BBC, pendaki Norwegia, Erlend Ness mengatakan dia diisolasi di rumah sakit selama delapan malam karena virus tersebut. Laporan mengatakan seorang sherpa di rombongannya juga dinyatakan positif terkena virus corona.

BACA JUGA: Antisipasi Korona COVID-19, Nepal Tutup Pendakian Gunung Everest

Wabah tersebut merupakan pukulan bagi Nepal, yang sangat bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari ekspedisi Everest.

Ness tidak yakin di mana dia bisa tertular virus, tetapi meningkatkan kemungkinan tertular saat berada di salah satu rumah teh di sepanjang Lembah Khumbu.

Dia menambahkan bahwa dia bisa saja "berbuat lebih banyak" untuk melindungi dirinya sendiri, seperti lebih rajin mencuci tangan, dan memakai masker sepanjang hari.

"Tidak banyak orang yang menggunakan masker dalam perjalanan," kenang Ness, yang telah merasa sakit selama sekira enam hari di pegunungan sebelum dievakuasi pada 15 April dengan helikopter.

Dia dibawa ke dua rumah sakit berbeda di Ibu Kota Nepal, Kathmandu, dan dinyatakan positif terkena virus tiga kali. Dia telah pulih - hasil tes negatif pada 22 April - dan sekarang tinggal bersama teman-temannya di kota.

BACA JUGA: Larangan Dicabut, Pendaki Tanpa Kaki dari China Akan Berupaya Capai Puncak Everest

Ratusan pendaki asing diperkirakan akan mencoba pendakian pada musim semi ini, yang dimulai pada bulan April, setelah lereng ditutup karena pandemi.

Selain pendapatan pariwisata yang lebih luas, Nepal menghasilkan USD4 juta (sekira Rp58 miliar) dengan mengeluarkan izin pendakian Everest setiap tahun, menurut Kathmandu Post.

Menurut Departemen Imigrasi Nepal, semua pelancong yang memasuki Nepal harus menunjukkan laporan Covid negatif, diambil dalam 72 jam setelah penerbangan pertama mereka.

Penumpang dari negara dengan varian Covid baru akan dikenakan tambahan karantina hotel selama 10 hari. Jika hasil tes negatif setelah lima hari, mereka akan diizinkan untuk menghabiskan sisa lima hari di karantina rumah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini