CEO perusahaan farmasi Pfizer, Albert Bourla, Jumat 23 April waktu setempat, mengatakan perusahaannya sedang memantau varian baru Covid-19 yang berasal dari India, dan yakin vaksin BioNTech-Pfizer akan bisa mengendalikannya.
Berbicara di pabrik Pfizer di Puurs, Belgia, Bourla mengatakan perusahaan farmasi telah mengembangkan proses yang memungkinkannya membuat vaksin baru dalam 100 hari untuk melawan varian yang lebih kuat.
Ketika ditanya mengenai harga vaksin Pfizer dan strategi penetapan harga perusahaan, Bourla menolak menyebut angka tetapi mengatakan bahwa harga vaksin kira-kira setara dengan biaya makan.
"Dalam hal penetapan harga, strategi kami adalah mencoba menetapkan harga untuk memberikan akses yang adil kepada semua. Kesetaraan bukan berarti memberikan jumlah yang sama kepada semua, adil berarti memberi lebih banyak kepada mereka yang lebih banyak membutuhkan," kata Bourla.
Baca Juga : Konsensus Pemimpin ASEAN, Myanmar Diminta Segera Hentikan Kekerasan
Ia juga mengatakan bahwa harga berbeda untuk setiap negara dan berjanji bahwa perusahaan menyesuaikan harga untuk memberikan akses yang adil kepada semua.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.