KRI Nanggala 402 Tenggelam, Gubernur Khofifah : Prajurit Mayoritas Warga Jatim

Lukman Hakim, Koran SI · Minggu 25 April 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 519 2400453 kri-nanggala-402-tenggelam-gubernur-khofifah-prajurit-mayoritas-warga-jatim-cd4dQq6CFM.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Istimewa)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi duka mendalam bagi warga Jawa Timur. Pasalnya, dari total 53 orang prajurit yang berada di dalam kapal tersebut, 47 orang diantaranya adalah warga Jawa Timur.

"Mayoritas adalah warga kami (Jatim). Ada yang dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, Madiun, Probolinggo, Tulungagung, Nganjuk, Kediri, Tuban, dan Banyuwangi," ungkap Khofifah di sela- sela kunjungan di Madiun untuk peluncuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Porang, Minggu (25/4/2021).

Khofifah mengatakan, meski dinyatakan tenggelam pihaknya masih berharap adanya mukjizat. Mengingat proses pencairan dan evakuasi yang masih tetap dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal bantuan negara lain.

Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu 21 April 2021. Kapal selam itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan torpedo.

Baca Juga : Jokowi : Upaya Terbaik Penyelamatan KRI Nanggala 402 Akan Dilakukan

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali telah tenggelam. Hadi mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 dinyatakan setelah melakukan pencarian selama 72 jam.

"Semoga para prajurit KRI Nanggala selamat dan bisa kembali berkumpul kembali dengan keluarga. Mohon bantu doa dari seluruh warga Jatim untuk keselamatan para prajurit," ujar Khofifah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini