MANACOR - Polisi Spanyol telah menahan seorang pria yang diduga muncul untuk bekerja dan pergi ke gym meski menunjukkan gejala virus corona, alih-alih pergi ke karantina. Polisi mengatakan dia menginfeksi total 22 orang, banyak melalui perantara
Polisi Nasional meluncurkan penyelidikan pada akhir Januari setelah mengetahui bahwa wabah yang menyebar di sebuah 'tempat terkenal' di Manacor, sebuah kota di Pulau Mallorca, mungkin disebabkan oleh seseorang yang mencoba menyembunyikan bahwa dia terjangkit Covid-19.
BACA JUGA: Sadis! Anak Bunuh dan Potong-Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian Sebelum Makan Dagingnya
Menurut pihak berwenang, tersangka berusia 40 tahun itu didesak untuk pulang oleh rekannya setelah menunjukkan gejala penyakit tersebut. Setelah hari kerjanya selesai, pria itu mengunjungi pusat kesehatan untuk menerima tes PCR.
Namun, alih-alih menunggu hasilnya, keesokan harinya dia pergi ke gym dan muncul untuk bekerja, meski dia mengalami demam lebih dari 40 ° C.
Dia dilaporkan diberitahu oleh bosnya untuk libur, sebuah perintah yang dia tolak. Sebaliknya, dia berjalan berkeliling di lokasi, batuk sambil menurunkan maskernya dan memberi tahu rekan kerjanya: "Saya akan memberi Anda semua virus corona."
BACA JUGA: Seorang Pria Lakukan Perjalanan Keliling Eropa Membawa Mayat Pasangannya yang Membusuk
Setelah selesai bekerja, dia diberi tahu bahwa tes PCR-nya kembali positif.
Rekan-rekannya kemudian dites untuk melihat apakah mereka mengidap penyakit tersebut. Lima dinyatakan positif, yang pada gilirannya menularkan virus ke kerabat, termasuk tiga bayi. Di gym yang sering dikunjungi tersangka, tiga orang dinyatakan positif, dan mereka juga menularkan penyakit tersebut kepada anggota keluarga.
Secara total, pria tersebut diyakini menginfeksi 22 orang dengan Covid-19, delapan di antaranya secara langsung dan 14 secara tidak langsung. Tidak ada kasus yang membutuhkan rawat inap.
Pria itu ditangkap pada Sabtu (24/4/2021) dan saat ini ditahan.
Ini bukan pertama kalinya ancaman penularan Covid-19 membuat seseorang mengalami masalah hukum. Pada Maret, seorang pria yang diduga mengemudi dalam keadaan mabuk di Belanda menerima 10 minggu di balik jeruji besi setelah dengan sengaja batuk pada polisi yang menilangnya. Dia mengaku terinfeksi virus corona, tetapi kemudian dinyatakan negatif.
Di banyak negara, melanggar karantina atau dengan sengaja menularkan virus kepada orang lain dapat mengakibatkan denda yang besar dan hukuman penjara.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.