Pandemi Tak Berdampak, Belanja Militer Global Mencapai Angka Tertinggi Sejak 1988

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 26 April 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 18 2401004 pandemi-tak-berdampak-belanja-militer-global-mencapai-angka-tertinggi-sejak-1988-t6yGxrQBTg.jpg Foto: Reuters.

BELANJA militer global telah mencapai level tertinggi sejak 1988 dengan hampir USD2 triliun pada 2020, menurut survei internasional pada Senin (26/4/2021).

Dalam laporannya, Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan bahwa total pengeluaran militer global 2020 naik 2,6% dari tahun sebelumnya,

BACA JUGA: Geser Saudi, Belanja Militer India Terbesar Keempat di Dunia

Pengeluaran militer sebagai bagian dari PDB, beban militer, mencapai rata-rata global 2,4% pada 2020, naik dari 2,2% pada 2019. Ini adalah kenaikan tahun ke tahun terbesar dalam beban militer sejak krisis keuangan dan ekonomi global pada 2009.

Diego Lopes da Silva, seorang peneliti di Program Pengeluaran Senjata dan Militer SIPRI, menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak berdampak signifikan pada pengeluaran militer global pada 2020.

Amerika Serikat (AS), China, India, Rusia, dan Inggris adalah lima negara dengan belanja militer terbesar pada 2020, dengan 62% dari pengeluaran militer global, kata survei tersebut sebagaimana dilansir Anadolu.

Pengeluaran militer AS naik 4,4% menjadi USD778 miliar, membuat 39% dari total pengeluaran militer tahun lalu.

BACA JUGA: Australia Tambah Belanja Militernya, Berencana Beli Rudal Jarak Jauh

Alexandra Marksteiner, peneliti lain di SIPRI, menekankan AS menghabiskan sebagian besar untuk penelitian dan pengembangan (R&D), dan beberapa proyek jangka panjang seperti modernisasi persenjataan nuklir AS dan pengadaan senjata skala besar.

"Ini mencerminkan kekhawatiran yang berkembang atas ancaman yang dirasakan dari pesaing strategis seperti China dan Rusia, serta dorongan pemerintahan [Donald] Trump untuk mendukung apa yang dilihatnya sebagai militer AS yang habis," kata Marksteiner.

China meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 1,9%, India 2,1%, Rusia 2,5%, dan Inggris 2,9%.

“China menonjol sebagai satu-satunya pemboros besar di dunia yang tidak meningkatkan beban militernya pada 2020 meskipun pengeluaran militernya meningkat, karena pertumbuhan PDBnya yang positif tahun lalu,” kata Nan Tian, seorang peneliti senior SIPRI.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini