Tandai 100 Hari Pertama Pemerintahannya, Biden Siap Pidato di Kongres

Agregasi VOA, · Selasa 27 April 2021 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 18 2401256 tandai-100-hari-pertama-pemerintahannya-biden-siap-pidato-di-kongres-uwyfJ75v88.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Screen Shot)

WASHINGTON - Sidang paripurna Kongres pada Rabu (28/4) akan memberi kesempatan pada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menyampaikan pencapaiannya dalam 100 hari pertama menjabat dan sekaligus menetapkan arah untuk agenda lain dalam beberapa bulan mendatang.

Jajak pendapat yang dilakukan Washington Post/ABC News baru-baru ini menunjukkan 52% warga AS mendukung kinerja Biden. Jumlah ini lebih rendah dibanding presiden-presiden Amerika sebelumnya pada titik yang sama, kecuali tentunya Donald Trump.

Satu isu yang tampaknya akan disampaikan Biden nanti adalah soal reformasi kepolisian pasca vonis terhadap mantan polisi Minneapolis, Derek Chauvin, yang dinyatakan bersalah membunuh seorang laki-laki kulit hitam George Floyd pada 25 Mei 2020. RUU reformasi kepolisian yang diajukan faksi Demokrat – yang diberi nama “Floyd” – telah diloloskan DPR dan kini sedang dibahas di Senat.

Kinerja Presiden AS Joe Biden mendapat tingkat dukungan yang besar di antara pemilih di perguruan tinggi dengan 63%.

(Baca juga: Perth Akan Keluar dari 'Lockdown' Covid-19)

Anggota faksi Demokrat di Kongres dari negara bagian California, Karen Bass, mengatakan, “Saya harap Biden dapat mengangkat isu ini lagi dan bicara soal urgensi melakukan sesuatu sekarang. Saya kira hal ini akan mendorong kita untuk melangkah maju.”

Tetapi pemimpin-pemimpin faksi Republik ingin Biden juga bicara soal imigrasi dan situasi di perbatasan Amerika-Meksiko yang mereka sebut sebagai sebuah krisis.

Dalam jajak pendapat yang sama, 53% warga Amerika mengatakan tidak menyetujui cara Biden menangani isu ini. Anggota-anggota faksi Republik melihat hal ini sebagai hal yang rentan bagi Biden.

Senator Rick Scott dari negara bagian Florida mengatakan, “Kita harus menciptakan keamanan di perbatasan, jadi mari kita pikirkan bagaimana membuat negara ini – di mana orang-orang datang untuk mewujudkan mimpi mereka – dapat datang secara legal.”

(Baca juga: Pandemi Tak Berdampak, Belanja Militer Global Mencapai Angka Tertinggi Sejak 1988)

Pemerintah Biden sedang mempertimbangkan beberapa kebijakan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik di Amerika Tengah sehingga dapat memperlambat arus migran. Wakil Presiden Kamala Harris, yang diberi tugas untuk mengatasi hal itu, dijadwalkan terbang ke kawasan itu pada Juni mendatang.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini