Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imigrasi Bandara Soetta Bantah Pegawainya Loloskan Pendatang dari Karantina Covid-19

Isty Maulidya , Jurnalis-Selasa, 27 April 2021 |16:24 WIB
Imigrasi Bandara Soetta Bantah Pegawainya Loloskan Pendatang dari Karantina Covid-19
Bandara Soekarno-Hatta. (Ilustrasi/Foto : Okezone/Isty Maulidya)
A
A
A

TANGERANG - Kepala Kantor Imigrasi Khusus Kelas I TPI Soekarno-Hatta, Romi Yudianto menegaskan, pihaknya tidak terlibat dengan kasus warga negara asing (WNA) yang diloloskan dari kewajiban karantina. Sebelumnya, WNA tersebut lolos diduga karena ada oknum pegawai bandara yang terlibat.

"Saya meluruskan informasi yang beredar, petugas imigrasi hanya memeriksa dokumen keimigrasian. Kalau masalah karantina itu ada gugus tugas dan KKP dari Kementerian Kesehatan," ujarnya saat dikonfirmasi pada, Selasa (27/4/2021).

Tugas yang dilakukan petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta tersebut hanya memeriksa dokumen WNA. Hal itu tidak berkaitan dengan meloloskan WNA dari kewajiban karantina. Jika sesuai prosedur maka WNA akan dibawa ke tempat isolasi setelah proses pemeriksaan dokumen keimigrasian selesai.

"Jadi tidak ada kaitanya dengan keimigrasian. Petugas imigrasi hanya memerlukan dokumen keimigrasian, hanya paspor dan visa. Dari luar sudah difilter dan dari kita sudah difilter. Kita tegaskan lagi, bukan tugas dan fungsi imigrasi untuk karantina," tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan banyak pendatang dari luar negeri yang lolos karantina Covid-19. Hal ini diduga kuat adanya praktik mafia yang bermain di lingkup Bandara Soekarno-Hatta yang berperan meloloskan WNA datang tanpa karantina.

Baca Juga : Imigrasi Bandara Soetta Pulangkan 32 WN India ke Negara Asalnya

“Soalnya sudah ramai orang-orang nakal ini, orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement