Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, India Kehabisan Ruang Kremasi

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 30 April 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 18 2403520 kematian-akibat-covid-19-melonjak-india-kehabisan-ruang-kremasi-Js7pjVzgyZ.jpg India kehabiasan ruang kremasi (Foto: Reuters)

DELHI - Polisi di ibu kota India, Delhi, telah meminta otoritas setempat untuk mengidentifikasi lebih banyak situs untuk kremasi jenazah Covid-19.

Gelombang kedua virus corona melanda beberapa bagian India. Akibatnya rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium “dibanjiri” banyak pasien Covid-19.

Jumlah total infeksi melewati 18 juta pada Kamis (29/4), dengan kasus mencapai 386.452. Ini merupakan peningkatan satu hari terbesar dalam catatan untuk negara mana pun.

Adapun jumlah kematian mencapai 3.500 orang. Delhi mencatat jumlah kematian satu hari tertinggi hampir 400 nyawa.

Pasokan oksigen dan tempat tidur rumah sakit tetap terbatas dan orang-orang terus meminta bantuan di media sosial.

Seorang petugas polisi senior Delhi mengatakan orang-orang harus mengkremasi anggota keluarga di krematorium yang tidak ditujukan untuk mengambil korban Covid-19.

"Itu sebabnya kami menyarankan lebih banyak krematorium harus didirikan," katanya kepada saluran berita NDTV.

(Baca juga: China Luncurkan Modul Utama Stasiun Antariksa)

Pemerintah pusat India menghadapi kritik yang meningkat atas penanganannya terhadap pandemi, dan karena mengizinkan rapat umum pemilu dan festival keagamaan terus berjalan.

Tetapi menteri kesehatan membela pemerintah pada Kamis (29/4), dengan mengatakan tingkat kematian negara itu adalah yang terendah di dunia dan bahwa pasokan oksigen "cukup".

Harsh Vardhan mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa oksigen sekarang "tersedia dari banyak sumber" termasuk dari luar negeri, dan penyimpanan serta tanker kriogenik juga sedang dipersiapkan.

Pengiriman pertama pasokan medis darurat dari AS kini telah tiba di India, termasuk ratusan konsentrator oksigen, ventilator, dan barang lainnya.

(Baca juga: Pasukan Karen Berpatroli di Pangkalan Militer Myanmar)

Para ahli mengatakan penguncian dan vaksinasi adalah satu-satunya jalan keluar.

Pada Sabtu (1/5), semua orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun di India akan memenuhi syarat untuk vaksinasi. Tetapi meskipun India adalah produsen vaksin terbesar di dunia, India tidak memiliki cukup stok untuk sekitar 800 juta orang yang akan memenuhi syarat.

Sejumlah negara bagian melaporkan kekurangan vaksin.

Ibukota keuangan India, Mumbai, rumah bagi lebih dari 20 juta orang, telah menangguhkan program vaksinasi selama tiga hari karena "menipisnya vaksin yang tersedia".

Komisaris kota Mumbai, Ashwini Bhide, mengatakan di Twitter jika kota tersebut akan memesan stok vaksin untuk orang-orang yang berusia di atas 45 tahun.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini