Manajer Kimia Farma Tersangka Antigen Bekas Bangun Rumah Mewah di Kampung

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 01 Mei 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 610 2403920 manajer-kimia-farma-tersangka-antigen-bekas-bangun-rumah-mewah-di-kampung-suZc6GSfZV.png Picandi Mosko tersangka kasus antigen bekas bangun rumah mewah di kampung. (Foto : Era Neizma Wedya)

LUBUKLINGGAU - Manager Kimia Farma, Picandi Mosko (45), ditetapkan sebagai tersangka kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Tersangka merupakan warga Griya Pasar Ikan, Jalan Lohan No A 14-15, RT 7, Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat ini diketahui tersangka Picandi Mosko sedang membangun rumah mewah di depan rumah lamanya di Jalan Merbau RT.7 Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk. Rumah tersebut saat ini sedang proses pengerjaan,

Namun, para pekerja bangunan diminta berhenti melakukan pekerjaan oleh kerabat Picandi.

Menurut Antoni, salah seorang pekerja bangunan rumah tersangka, dirinya dan tukang bangunan lainnya masih bekerja pada Rabu (28/4/2021) masih bekerja. Namun, pada Kamis (29/4/2021) pagi, saat nenek yang merupakan kerabat Picandi, mengatakan tidak usah kerja, atau istirahat dulu.

“Berhenti dulu kerja karena ada kerabat Picandi yang sakit di Padang. Kami sebenarnya mau ambil alat-alat tukang, tapi pagar dikunci,” katanya.

Hal senada dijelaskan pekerja lainnya yakni Cecep. Ia juga hendak mengambil alat-alat pertukangan karena hendak mudik ke Purwakarta, Jawa Barat. “Kami tidak bisa ambil,” tuturnya.

Diketahui Antoni dan Cecep sudah dua minggu membuat profile interior dan eksterior rumah yang sedang dibangun Picandi.

“Kalau soal pembayaran biasanya ditransfer. Pengerjaan profile sudah hampir selesai. Tapi kalau bangunannya memang belum,” katanya.

Keduanya juga tidak mengetahui kalau Picandi Mosko saat ini ditangkap bersama rekan-rekannya oleh petugas Polda Sumatera Utara dalam kasus penggunaan alat swab antigen bekas di Bandara Kualanamu.

Baca Juga : Gunakan Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Kantongi Rp30 Juta Per Hari

Terungkap Picandi dan kawan-kawannya sudah sejak 17 Desember 2020 telah membuka layanan rapid test antigen menggunakan alat bekas. Dari tindakannya itu, pelaku mengantongi hingga Rp30 juta per hari. Kapolda Sumut Irjen Panca Putra menambahkan, sejak Desember 2020 diprediksi seluruh tersangka meraup keuntungan sebanyak Rp1,8 miliar.

Adapun para tersangka dalam kasus ini adalah sebagai berikut:

1. Picandi M (45), manager Kimia Farma, warga Griya Pasar Ikan Jalan Lohan Blok A No. 14-15 Kel. Simpang Periuk, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II Kota Lubuklinggau

2. DJ (20), warga Dusun III Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas, berperan melakukan daur ulang cotton buds untuk rapid test swab antigen bekas menjadi seolah-olah baru.

3. R (19), kurir yang membawa cutton buds bekas untuk rapid test antigen dari KNIA ke Laboratorium Kimia Farma, warga Dusun II, Kelurahan Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas

Baca Juga : 9 Ribu Orang Jadi Korban Antigen Bekas, Pelaku Kantongi Rp1,8 Miliar

4. M (30), tenaga admin di Laboratorium Kimia Farma Jalan RA Kartini, warga Dusun II, Kelurahan Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pungpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas , berperan melaporkan hasil tes ke Kantor Pusat Kimia Farma Diagnostik

5. R (21), Warga Dusun Muara Kelingi, Desa muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas , tenaga admin hasil tes swab antigen di Posko Pelayanan Pemeriksaan COVID-19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini