Covid-19 Melonjak, Inggris Kirim 1.000 Lebih Ventilator ke India

Susi Susanti, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404731 covid-19-melonjak-inggris-kirim-1-000-lebih-ventilator-ke-india-2UHsC508pJ.jpg PM Inggris Boris Johnson (Foto: Reuters)

INGGRISInggris akan mengirim 1.000 ventilator untuk membantu India yang terkena virus Covid-19. Bantuan terbaru ini termasuk dalam paket dukungan yang diumumkan minggu lalu.

"Inggris akan selalu ada untuk India pada saat dibutuhkan,” terang Perdana Menteri Boris Johnson.

"Saya sangat tersentuh oleh gelombang dukungan yang telah diberikan rakyat Inggris kepada rakyat India dan saya senang pemerintah Inggris dapat memainkan peran kami dalam memberikan bantuan penyelamatan jiwa,” ungkapnya.

Ketika India terus melaporkan infeksi yang melonjak dan mencatat kematian, kepala petugas medis dan ilmiah Inggris juga telah berbicara dengan rekan-rekan mereka di sana untuk menawarkan nasihat.

Kepala penasihat medis Inggris Chris Whitty dan kepala penasihat ilmiah Sir Patrick Vallance berbicara dengan rekan-rekannya di India untuk memberikan "nasihat, wawasan dan keahlian".

Downing Street mengonfirmasi jika Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) juga akan membentuk kelompok penasihat klinis yang dipimpin oleh kepala petugas Prerana Issar untuk mendukung tanggapan Covid-19 India.

(Baca juga: China Kirim Kapal Induk Shandong ke Laut Cina Selatan)

Menurut rencana Johnson akan mengadakan pertemuan virtual dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Selasa (4/5) untuk membahas memperdalam kerja sama antara Inggris dan India.

India mencatat jumlah kematian virus corona harian tertinggi sejak pandemi dimulai yakni 3.689 jiwa. India menjadi negara pertama yang mendaftarkan lebih dari 400.000 kasus baru dalam satu hari.

Sementara itu, Modi diketahui bertemu dengan Menteri Kesehatan India pada Minggu (2/5) pagi untuk meninjau krisis tersebut.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab sebelumnya mengatakan Inggris akan "melihat dengan sangat hati-hati" setiap permintaan vaksin dari India.

"Hubungan India sangat penting bagi kami dan kami jelas ingin bekerja sama sangat erat,” terang Raab kepada Andrew Marr Show dari BBC One.

(Baca juga: Truk Tangki Terbakar Tewaskan Setidaknya 7 Orang, Sebabkan Pemadaman Listrik)

Sekitar lima juta dosis Oxford-AstraZeneca, diproduksi di India dan ditujukan untuk Inggris Raya, telah ditahan di sana selama pemeriksaan keamanan dilakukan.

Seorang penasihat ilmiah pemerintah, Prof Peter Openhaw, menyarankan agar India menggunakan dosis ini.

Menteri Luar Negeri Shadow Lisa Nandy mengatakan Inggris "dapat dan harus berbuat lebih banyak" untuk membantu India.

"Ada ikatan yang panjang dan dalam antara kami dan India, yang berarti kami harus meningkatkan dan menyediakan lebih banyak peralatan, lebih banyak dukungan,” terangnya kepada Sky News.

Komunitas, bisnis, dan badan amal India di Inggris telah memimpin seruan untuk oksigen darurat dan sumbangan, karena banyak rumah sakit di India mengalami kekurangan oksigen.

Pemerintah mengumumkan pekan lalu akan mengirim 200 ventilator, 495 konsentrator oksigen, dan tiga unit pembangkit oksigen - dengan pengiriman pertama tiba Selasa (4/5).

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini