Kapal Penyelundup Migran Terbalik, 3 Orang Tewas, 20 Dilarikan ke RS

Susi Susanti, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404754 kapal-penyelundup-terbalik-3-orang-tewas-20-dilarikan-ke-rs-FUTG0Ke0vh.jpg Kapal terbalik di lepas pantai San Diego (Foto: CNN)

SAN DIEGO - Tiga orang tewas dan hampir dua lusin orang dikirim ke rumah sakit setelah kapal yang diduga kapal penyelundup migran diduga terbalik di lepas pantai San Diego pada Minggu (2/5) pagi.

Juru bicara Departemen Penyelamatan Kebakaran San Diego Monica Munoz mengatakan kepada CNN bahwa mereka menerima laporan tentang kapal yang terbalik di dekat Monumen Nasional Cabrillo di Point Loma sekitar pukul 10:27 (1:27 ET).

James Gartland, kepala penjaga pantai San Diego, mengatakan kepada wartawan bahwa tampaknya kapal itu menabrak karang, hancur dan 30 orang terpental dari kapal.

"Ini adalah operasi penyelamatan massal yang berubah menjadi insiden korban massal," kata Gartland.

Menurut Lifeguard Letnan Rick Romero dari San Diego Fire-Rescue, pada saat tim pertolongan pertama tiba, sebuah kabin kapal penjelajah setinggi 12 meter hancur.

Romero mengatakan ada 30 orang di kapal itu, termasuk tiga orang yang tewas. Sebagian besar penumpang berhasil mencapai pantai sendiri, tetapi enam orang diselamatkan dari air setelah arus menarik mereka ke laut.

(Baca juga: Covid-19 Melonjak, Inggris Kirim 1.000 Lebih Ventilator ke India)

"Tujuan kami hanya untuk menyelamatkan semua orang yang kami bisa," katanya, seraya menambahkan bahwa seorang anggota staf Angkatan Laut yang keluar bersama keluarganya juga mencoba menyelamatkan orang-orang di dalam air.

"Kondisinya cukup kasar - ombak setinggi 5-6 kaki, berangin, dingin, airnya sekitar 60 derajat sehingga Anda mengalami hipotermia dengan cukup cepat," lanjutnya.

Departemen Penyelamatan Kebakaran San Diego mengatakan pihaknya mengatasi insiden ini "bersama dengan Pemadam Kebakaran Federal, Penjaga Pantai AS, dan badan-badan lokal lainnya."

"Setiap indikasi, dari sudut pandang kami, adalah bahwa ini adalah kapal penyelundup yang digunakan untuk menyelundupkan migran ke Amerika Serikat secara ilegal," kata Jeff Stephenson, pengawas dan agen patroli perbatasan di sektor San Diego dari Bea Cukai dan Patroli Perbatasan AS.

(Baca juga: "Rumah Hunian Tertua di Dunia" Ditemukan di Gurun Kalahari, Usianya 2 Juta Tahun)

Departemen pemadam kebakaran mengatakan lebih dari 20 orang diangkut ke rumah sakit setempat "termasuk Sharp Memorial, Palomar Medical Center West, Alvarado, UCSD Medical Center (Hillcrest), Rumah Sakit Grossmont, Kaiser Clairemont Mesa, Kaiser Zion dan Rumah Sakit Paradise Valley."

Departemen pemadam kebakaran mengatakan "tidak akan mendapatkan pembaruan apa pun tentang status pasien karena undang-undang privasi."

Para pejabat mengatakan orang yang diyakini mengoperasikan kapal itu sudah ditahan.

Walikota San Diego Todd Gloria juga menulis cuitan di Twitter agar setiap warga San Diego menodakan semua penumpang kapal.

CBP mengumumkan dalam rilis berita pada Jumat (30/4) jika mereka meningkatkan operasi patroli akhir pekan ini untuk mencegah penyelundup.

"Kami telah melihat peningkatan dramatis dalam jumlah upaya penyelundupan laut baru-baru ini," kata Kepala Agen Patroli Aaron Heitke dari sektor CBP di San Diego.

"Semua penyeberangan ilegal di laut ini pada dasarnya berbahaya, dan kami telah melihat terlalu banyak yang berubah dari berisiko menjadi tragis karena penyelundup mengorbankan keselamatan mereka di atas kapal demi keuntungan,” ungkapnya.

Stephenson mengatakan kepada wartawan pada Minggu (1/5) jika ada peningkatan 92% dalam kekhawatiran penyelundup maritim pada tahun fiskal yang berakhir September lalu, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tahun ini kami juga melihat peningkatan yang cukup stabil," katanya. "Mungkin pada akhir tahun ini setidaknya akan sama dengan apa yang kami alami tahun lalu,” ujarnya.

Menurut rilis berita CBP lainnya, insiden pada Minggu (1/5) ini juga menyusul penangkapan 21 orang di lepas pantai San Diego pada Kamis (29/4) pagi.

Menurut US Coast Guard, kelompok ini ditemukan di sebuah perahu kecil terbuka yang sering digunakan untuk bekerja di lepas pantai Meksiko atau Amerika Tengah. Kapal bertenaga mesin ini biasanya memiliki panjang 7,6 meter hingga 13,7 meter.

21 orang tersebut termasuk 15 pria dan enam wanita yang merupakan warga negara Meksiko tanpa status hukum untuk memasuki Amerika Serikat (AS). Kedua tersangka penyelundup di atas kapal akan menghadapi dakwaan federal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini