Hubungan Tersangka Sate Sianida dengan Anggota Polisi Perlu Ditelusuri

krjogja.com, · Selasa 04 Mei 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 510 2405477 hubungan-tersangka-sate-sianida-dengan-anggota-polisi-perlu-ditelusuri-1WVu4nFNnr.jpg Tersangka Sate Sianida (Foto: KRJogja/Judiman)

YOGYAKARTA – Penyebab Nani Aprilia (25), tersangka pengirim sate beracun terkuak. Polisi menyebut, NA sudah merencanakan memberi racun sejak tiga bulan lalu, untuk Tomi, seorang yang kemudian diketahui petugas kepolisian di Polresta Yogyakarta.

NA mengaku sakit hati karena Tomi tak jadi menikahinya, dan malah menikah dengan orang lain, dua tahun silam. Hal itu yang membuat NA merencanakan memberikan racun dan direalisasikan dengan membeli Sodium Sianida di e-commerce yang justru kemudian datang Kalium Sianida.

Kalium Sianida itu dicampurkan ke bumbu sate lantas dikirimkan melalui ojek online, yang sayangnya menerima orderan secara offline dari NA. Tomi dan keluarga tak bersedia menerima kiriman sate, meminta driver ojek online bernama Bandiman membawa pulang yang lantas menjadi awal petaka bagi anak bungsunya, Naba.

NA ditangkap dan enam hari berselang dari kejadian, dirilis kepada media. Hanya saja, NA tak diberikan kesempatan bicara kepada wartawan, seperti yang sedianya dilakukan tersangka lain.

Pertanyaan besar lantas muncul, bagaimana sebenarnya hubungan NA dengan Tomi, dan sejauh apa yang sudah dilakukan. Pasalnya, memberikan pelajaran dengan mengirim makanan beracun bukan perkara sederhana, yang nyatanya bisa menyebabkan seorang anak tak bersalah, terbunuh.

Soeprapto, Kriminolog Sosialitas UGM mengatakan dari kronologi yang disampaikan polisi, jelas bahwa si pemberi order sate sudah merencanakan aksi tersebut. Namun menurut dia, perlu juga menelusuri sejauh apa hubungan NA dengan Tomi, termasuk janji yang bisa dibuktikan.

“Perlu ditelusuri pacaran mereka (NA dan Tomi) sampai sebatas apa, dan adakah bukti tentang janji Tomi kepada perempuan tersebut. Jika sudah ada pembicaraan sampai ke pernikahan, maka berarti ada unsur janji palsu atau ada kebohongan, dan ini memang merupakan tindakan tidak menyenangkan. Meskipun NA tetap bersalah, tapi sanksi bagi pelaku tindakan tidak menyenangkan harus dilakukan, sepanjang ada bukti dan saksi kuat,” ungkapnya pada KRjogja.com, Selasa (4/5/2021).

Soeprapto menilai, polisi harus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Terakhir, seturut informasi, Nani dan Tomi ini mengaku kepada pengurus RT sudah menikah siri dan tinggal serumah di kawasan Cepokojajar, Sitimulyo Piyungan, Bantul.

“Ini juga yang perlu didalami, dicari bukti dan saksinya. Apapun itu, sebenarnya tidak perlu main hakim sendiri melalui meracuni,” tegasnya.

Sementara, Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharrudin Kamba menilai Kompolnas dan Propam Mabes Polri harus turun ke Yogyakarta dan memeriksa Tomi beserta keluarga. Hal tersebut menurut Kamba sangat penting untuk membuktikan benar atau tidaknya pengakuan tersangka NA.

“Kami mendesak polisi untuk transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi. Pengakuan NA ini harus dibuktikan untuk memastikan kebenarannya. Segera saja memeriksa Tomi,” tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini