Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Covid-19 Tembus 20 Juta Orang, Oposisi India Serukan Lockdown Penuh

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 05 Mei 2021 |07:47 WIB
Kasus Covid-19 Tembus 20 Juta Orang, Oposisi India Serukan Lockdown Penuh
Kasus Covid-19 melonjak di India (Foto: Express Photo)
A
A
A

INDIA - Partai oposisi utama India menyerukan penguncian nasional (lockdown) penuh, tak lama setelah negara itu melewati lebih dari 20 juta kasus infeksi Covid-19.

“Telah terjadi "runtuhnya layanan kesehatan secara virtual" dan penguncian diperlukan untuk "memutus rantai",” terang seorang juru bicara partai Kongres.

"Kami sekarang dipaksa - tidak ada pilihan - [kami] harus menggunakan penguncian nasional untuk memutus rantai, untuk memulihkan beberapa ketertiban di layanan kesehatan," kata Pawan Khera, juru bicara partai oposisi Kongres kepada BBC pada Selasa (4/5).

Rahul Gandhi, seorang pemimpin senior Kongres, mengatakan tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus.

Seruan untuk penutupan nasional kedua juga datang dari para pemimpin bisnis, pakar kesehatan internasional, dan politisi senior lainnya.

The Indian Express melaporkan anggota gugus tugas Covid-19 India, yang menasihati pemerintah pusat, "berusaha keras" untuk penguncian selama dua minggu.

Perdana Menteri Narendra Modi menolak langkah tersebut karena dampak ekonomi. India mencatat nambahkan lebih dari 355.000 kasus pada Selasa (4/5), turun dari lebih dari 400.000 infeksi harian pada 30 April lalu.

(Baca juga: Ilmuwan: Manusia Purba "Masih Berayun" di Pepohonan 3,67 Juta Tahun Lalu Meski Bisa "Berjalan Tegak")

 Keputusan untuk memberlakukan pembatasan di India dibuat oleh otoritas masing-masing negara dan bukan oleh pemerintah pusat. Modi mengatakan bahwa negara seharusnya hanya mempertimbangkan pembatasan sebagai "pilihan terakhir".

Pemerintah mengatakan kasus "melambat", tetapi angka pengujian juga menurun yang berarti beban kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Kendtai demikian, banyak negara bagian masih memberlakukan pembatasan. Negara bagian utara Bihar adalah yang terbaru mengumumkan penguncian penuh sementara ibu kota, Delhi, dan pusat keuangan, Mumbai, juga berada di bawah pembatasan.

Sementara itu, Dr Anthony Fauci, pakar kesehatan masyarakat terkemuka Amerika Serikat (AS) menggambarkan situasinya sebagai "sangat serius" dan mengatakan penguncian nasional diperlukan bersamaan dengan upaya vaksinasi besar-besaran dan pembangunan rumah sakit darurat.

Diketahui, tahun lalu, Modi dikecam keras karena memberlakukan penguncian nasional dengan pemberitahuan kurang dari empat jam. Ini menyebabkan krisis kemanusiaan karena puluhan ribu pekerja migran tidak memiliki pekerjaan dan terpaksa berjalan ratusan kilometer ke desa asal mereka.

(Baca juga: Unggah 3.500 Konten Porno Anak di Situs Online, Lansia Ditangkap)

Penguncian juga menyebabkan output ekonomi India turun dengan rekor 24% antara April dan Juni 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dan pemerintah mengatakan bahwa penguncian nasional lainnya akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi perekonomian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement