WHO: Kasus Covid-19 Lebih Banyak dalam 2 Pekan Terakhir daripada 6 Bulan Pertama Pandemi

Agregasi VOA, · Sabtu 08 Mei 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 18 2407555 who-kasus-covid-19-lebih-banyak-dalam-2-pekan-terakhir-daripada-6-bulan-pertama-pandemi-AcPCSeOoCu.jpg Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)

NEW YORK - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam suatu sesi informasi negara anggota pada Kamis (6/5) mengatakan kasus Covid-19 di seluruh dunia telah meningkat selama sembilan pekan berturut-turut dan kematian naik selama enam pekan.

“Lebih banyak kasus Covid-19 dilaporkan secara global dalam dua pekan terakhir daripada selama enam bulan pertama pandemi. Selama beberapa pekan terakhir, negara-negara di setiap wilayah WHO menunjukkan tren meningkat terus dalam kasus dan kematian. Sekarang bukan saatnya untuk lengah, bahkan untuk negara-negara yang sekarang ini mencatat penurunan kasus,” ujarnya.

Wabah Covid-19 terus berkecamuk di India. Pada Jumat (7/5), Kementerian Kesehatan India menyatakan lebih dari 414 ribu kasus baru Covid-19 telah dilaporkan dalam periode 24 jam sebelumnya.

PM Australia Scott Morrison mengatakan Warga Australia yang dilarang memasuki negara mereka, apabila mereka sebelumnya melakukan perjalanan ke India, akan diizinkan kembali pulang mulai 15 Mei mendatang. Namun warga Australia tidak akan diizinkan menumpangi penerbangan repatriasi keluar India jika mereka dites positif terjangkit virus corona.

(Baca juga: Dianggap Sebagai Setan, Penyelidikan tentang Alien Dihentikan)

Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center pada Jumat (7/5), pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 3,2 juta jiwa di seluruh dunia. Menurut Hopkins, AS mencatat jumlah terbanyak dengan lebih dari 580 ribu kematian. Brazil mendekati AS dengan 417 ribu kematian, diikuti oleh India dengan 230 ribu kematian.

Hopkisn mencatat ada lebih dari 155,6 juta infeksi global. AS masih berada di posisi teratas dengan catatan 32,6 juta, diikuti oleh India dengan 21 juta dan Brazil dengan 15 juta.

 (Baca juga: Inggris Akan Keluarkan Peringatan Terkait Virus Corona Varian India)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini