“Mulai hari ini setiap jajaran dinas pertanian dorong produksi porang dan sarang burung walet. Mumpung harga masih mahal ayo kita tanam cepat-cepat,” katanya.
Ia menambahkan, porang bukanlah tanaman baru, bisa tumbuh di mana saja, tidak terlalu sulit pemeliharaan dan hasilnya tinggi. Maka dari itu Kementan ingin tangani secara serius dari hulu hilir. Modalnya, bibitnya, budidaya, pelatihan, pemeliharaan sampai dengan pasca panennya.
Mentan SYL berharap budidaya porang menjadi bentuk kawasan luas. “Saya akan senang jika ada yang konsentrasi sampai 1.000 hektar. Segera akan saya undang bupati-bupati yang berminat untuk kita lakukan komitmen bersama membangun porang ini,” ucapnya.
Ia meyakinkan sepanjang skala ekonomi memenuhi maka pemerintah akan mengawal untuk permodalannya.
Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Porang, Simak di Sini
Arahnya tahun ini konsentrasi ekspor dalam bentuk chip maupun tepung, tahun kedua olah sendiri, tahun ketiga industrinya dibuat sendiri dari dalam negeri. Permintaaan dari 22 negara meledak, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Mentan SYL kembali menekankan tidak ada ekspor bibit keluar karena itu tanaman asli Indonesia yang harus dijaga kelestariannya.