Hutan Seukuran Prancis Tumbuh Kembali Sejak Tahun 2000, Bisa Serap Lebih dari Emisi Karbon Tahunan AS

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 13 Mei 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 18 2409355 hutan-seukuran-prancis-tumbuh-kembali-sejak-tahun-2000-bisa-serap-lebih-dari-emisi-karbon-tahunan-as-iZFsFXsbj0.jpg Hutan seukuran Prancis mulai tumbuh kembali secara alami (Foto: Shutterstock)

BRASIL – Penelitian terbaru menemukan sebuah wilayah hutan seukuran Prancis telah tumbuh kembali secara alami di seluruh dunia dalam 20 tahun terakhir.

Menurut kelompok konservasi, hutan yang dipulihkan memiliki potensi untuk menyerap setara dengan 5,9 gigaton (Gt) karbon dioksida - lebih dari emisi tahunan Amerika Serikat (AS).

Sebuah tim yang dipimpin oleh WWF menggunakan data satelit untuk membuat peta hutan yang telah beregenerasi.

Regenerasi hutan melibatkan pemulihan hutan alami melalui sedikit atau tanpa intervensi.

Ini berkisar dari tidak melakukan apa-apa sama sekali hingga menanam pohon asli, memagari ternak atau menghilangkan tanaman invasif.

William Baldwin-Cantello dari WWF mengatakan regenerasi hutan alam seringkali "lebih murah, lebih kaya karbon dan lebih baik untuk keanekaragaman hayati daripada hutan yang ditanam secara aktif".

Tapi dia mengatakan regenerasi tidak bisa diterima begitu saja. “Untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya kita harus menghentikan deforestasi dan memulihkan hutan alam,” terangnya.

(Baca juga: Sadis, Wanita Ini Bunuh dan Potong Tubuh Korban, Dimasukkan ke Koper, Dibuang ke Hutan)

"Deforestasi masih menuntut jutaan hektar setiap tahun, jauh lebih banyak daripada yang dibudidayakan," ujarnya.

"Untuk mewujudkan potensi hutan sebagai solusi iklim, kami membutuhkan dukungan untuk regenerasi dalam rencana pengiriman iklim dan harus mengatasi pemicu deforestasi, yang di Inggris berarti hukum domestik yang kuat untuk mencegah makanan kami menyebabkan deforestasi di luar negeri,” lanjutnya.

Penelitian tersebut mencontohkan hutan Atlantik di Brasil memberikan alasan untuk berharap, dengan luas wilayah kira-kira seluas Belanda yang tumbuh kembali sejak tahun 2000 lalu.

Di hutan boreal Mongolia utara, 1,2 juta hektar hutan telah beregenerasi dalam 20 tahun terakhir, sementara titik-titik regenerasi lainnya termasuk Afrika tengah dan hutan boreal Kanada.

(Baca juga: 'Waldeinsamkeit', Tradisi Kuno Menyendiri di Dalam Hutan)

Tetapi para peneliti memperingatkan bahwa hutan di seluruh dunia menghadapi "ancaman yang signifikan".

Meskipun ada "tanda-tanda yang menggembirakan" dengan hutan di sepanjang pantai Atlantik Brasil, deforestasi sedemikian rupa sehingga kawasan hutan perlu lebih dari dua kali lipat untuk mencapai ambang minimal untuk konservasi.

Proyek ini merupakan usaha patungan antara WWF, BirdLife International dan WCS, yang meminta para ahli lain untuk membantu memvalidasi dan menyempurnakan peta mereka, yang mereka anggap sebagai "upaya eksplorasi".

Salah satu cara paling sederhana untuk menghilangkan karbondioksida dari udara adalah dengan menanam pohon. Tetapi para ilmuwan mengatakan pohon yang tepat harus ditanam di tempat yang tepat agar efektif dalam mengurangi emisi karbon.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini