“Sebelum ditaburi serbuk itu, aroma bangkai sangat menyengat hidung. Setelah ditaburi, aroma tidak sedap itu berangsur hilang,” kata pria yang pernah meraih juara I pemilihan guru berprestasi kategori SMA/SMK di Klaten pada 2010 lalu ini.
Djuriono masih terus termotivasi mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam jangka dekat, dia akan menggelar observasi penggunaan kotoran ayam sebagai pakan itik. Berdasarkan penelitian mahasiswa S-2 UGM, kotoran ayam sebenarnya mengandung banyak nutrisi. Akan tetapi, aroma tidak sedap membuat kotoran ayam cenderung dianggap sebagai limbah.
“Kalau bau tidak sedap dari kotoran ayam itu bisa dinetralisasi, bukan tidak mungkin kotoran itu dijadikan pakan itik,” terang Djuriono.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.