Ritual Usir Genderuwo, Orangtua yang Simpan Jasad Anaknya 4 Bulan Diamankan Polisi

krjogja.com, · Senin 17 Mei 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 512 2411414 ritual-usir-genderuwo-orangtua-yang-simpan-jasad-anaknya-4-bulan-diamankan-polisi-MtkboN1fcG.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

TEMANGGUNG - Mar (42) dan Suw (38), orangtua yang menyimpan jenazah anaknya selama empat bulan karena mengaku tengah melakukan ritual usir genderuwo di tubuh anaknya diamankan polisi.

Pengacara Catur Sulistyo Mar dan Suw mengatakan bahwa selain orangtua Ais (7), penyidik Polres Temanggung juga menangkap Har (56) dan Bud (43) yang diduga menjadi dukun dalam ritual pengusiran genderuwo tersebut.

“Kami masih mendampingi empat warga untuk dimintai keterangan penyidik,” kata Catur, Senin (17/6/2021).

Ais ditemukan meninggal dunia di rumahnya Dusun Paponan Desa Bejen Kecamatan Bejen, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu 16 Mei 2021. Jenazah anak di bawah umur itu diduga telah disimpan selama 4 bulan oleh kedua orangtuanya yang tengah menjalani ritual usir genderuwo.

Orangtua Ais mengaku dalam melakukan ritual usir gederuwo di tubuh anaknya yang telah meninggal tersebut nantinya bisa dihidupkan kembali.

Menurut orangtua Ais, anaknya merupakan keturunan dari makhluk gaib tersebut karena memiliki perangai nakal sehingga setelah melakukan ritual usir genderuwo nantinya setelah Ais bangun sudah tak lagi nakal.

Baca juga: Ritual Usir Genderuwo, Orangtua Ini Simpan Jenazah Anaknya Empat Bulan di Kamar

Kepala Desa Bejen, Sugeng widodo (45) mengatakan bahwa korban ditemukan dengan posisi terlentang di atas tempat tidur. Korban diduga telah meninggal 4 bulan lalu berdasarkan cerita dari kedua orangtuanya.

Tewasnya Ais diketahui setelah bibi korban, Suratini menanyakan keberadaan Ais yang sudah tak kunjung terlihat sejak 4 bulan lalu. Saat itu, orangtua Ais menyampaikan bahwa korban berada di rumah kakeknya, Sutarno, di Dusun Silengkung.

Suratini bersama paman korban, Maryanto, lantas ke rumah kakek Ais dan mendapatkan fakta bahwa korban tak ada di rumah kakeknya. Merasa janggal, kakek tersebut langsung menuju ke kediaman anaknya untuk menanyakan keberadaan cucunya.

Selanjutnya, orangtua korban langsung menunjukkan keberadaan Ais di kamar. Lalu, kakeknya mendapati bahwa cucunya sudah meninggal dan langsung melaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Bejen.

Baca juga: Seram, Kru Robby Purba Diajak Berkelahi Genderuwo di Panti Asuhan

Kepada polisi, Mar dan Suw menyampaikan bahwa Ais menjalani ritual kesembuhan pada suatu malam di bulan Januari. Ritual atas suruhan Har dan Bud.

Adapun ritual dilakukan dengan menenggelamkan kepala korban ke bak mandi sampai Ais tak sadarkan diri. Kemudian, Ais dibawa ke kamar untuk ditidurkan dalam keadaan meninggal dunia.

Ritual dilakukan dengan merawat korban seperti biasa selama sekitar 4 bulan. Selama sepekan, orangtua Ais memandikan dua kali anaknya. Selama Januari sampai sekarang tubuh Ais dibersihkan dengan tisu.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini