JAKARTA - RNg Ronggowarsito adalah seorang pujangga yang sangat disegani oleh para raja-raja di Tanah Jawa. Ronggowarsito lahir di Yosodipura, Surakarta, Jawa Tengah, dengan nama kecil yaitu Bagus Burhan.
Dalam penanggalan Jawa, Ronggowarsito terlahir pada tanggal 10 Dzulkaidah, tahun Be 1728, wuku Sungsang, atau dalam hitungan penanggalan Masehi berarti tanggal 15 Maret 1802, tepat pukul 12.00 siang.
Ronggowarsito didaulat oleh Sultan Keraton Surakarta untuk menjadi pujangga dan ahli nujum istana. Tugas dari Raden Ronggowarsito adalah meramalkan setiap apa saja yang bakalan terjadi pada pemerintahan Keraton Surakarta.
Makam RNg Ronggowarsito terletak di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten di areal kompleks makam seluas kurang lebih 100 meter persegi. Terletak sekitar 10 km sebelah tenggara Kota Klaten, Jawa Tengah.
Pada hari-hari tertentu banyak peziarah mendatangi makam tersebut. Mereka tak hanya berasal dari Klaten, tapi juga dari luar Klaten. Makam Ronggowarsito tak pernah sepi dari pengunjung.
Baca juga: Sumpah Thomas Stamford Raffles Gegara Tinggalkan Pulau Jawa
“Banyak pula yang datang dengan maksud khusus. Mereka sengaja datang dan berdoa di depan makam untuk suatu permohonan,” ujar warga Klaten Wiyono, Senin (18/5/2021).
Para peziarah makam ada yang meminta agar dagangannya laris, ada yang minta enteng jodoh, ada juga yang minta supaya rukun dengan pasangannya. Namun, tak jarang pula orang yang datang berharap diberi inspirasi sehingga mendapatkan pasangan nomor buntut yang jitu.
"Para peziarah yang datang ke sini bisa minta apa saja yang mereka inginkan. Ada yang minta jualannya laris, ada yang minta jodoh, ada pula yang minta nomor,” paparnya.
Makam itu sering dikunjungi peziarah pada malam Jumat. Namun yang paling ramai adalah malam Jumat Kliwon.
Biasanya para pengunjung tak hanya mengunjungi makam Ronggowarsito, tapi juga makam cikal bakalnya yang terletak di sebelah timur cungkup makam terbesar. Selain itu, peziarah juga sering mengunjungi sumur sabda di pojok timur laut kompleks makam tersebut.
Baca juga: Humor Sufi: Saat Abu Nawas Mencari Jalan yang Benar
Ronggowarsito mengabdi sebagai ahli ramal Keraton Surakarta ini sejak masa pemerintahan Sultan ke VII hingga Sultan ke VIII di keraton tersebut.
“Pada tahun 1952, Pak Karno memperbaiki makam Raden Ronggowarsito. Makam Raden Ronggowarsito dibuatkan bangunan tersendiri dan baru selesai pembanguannya pada tahun 1954,” terangnya.