JAKARTA - Larangan mudik sempat diberlakukan, namun masih ada saja masyarakat yang nekat pulang kampung. Bahkan, ada yang nekat menerobos titik penyekatan yang dilakukan aparat, seperti di Karawang, Jawa Barat.
Belakangan didapati banyak masyarakat terpapar Covid-19 saat dilakukan tes swab di titik penyekatan ketika ingin kembali ke Jakarta. Polda Metro Jaya pun memastikan penyekatan arus balik pemudik diperpanjang.
Baca Juga: Heboh Modus Pemudik Balik Jakarta Jadi "Penumpang Gelap" KRL
Berikut fakta-fakta diperpanjangnya penyekatan arus balik:
1. Penyekatan arus balik hingga 31 Mei 2021
Polda Metro Jaya memutuskan memperpanjang penyekatan arus balik pemudik. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran belum ada perintah untuk menyudahi penyekatan yang dilakukan di sejumlah titik.
2. Polda Metro Jaya pastikan DKI Jakarta tetap sehat
Polda Metro Jaya ingin meminimalisir kasus Covid-19 wilayah Ibu Kota. Kapolda Metro pun siap untuk memastikan Jakarta tetap sehat.
3. Bhabinkamtibmas diminta kolaborasi
Kapolda Metro meminta Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar untuk berkolaborasi, bersinergi meningkatkan testing, tracing, treatment (3T) berbasis komunitas.
4. Pemudik bebas Covid-19 akan ditempel stiker
Pemudik yang dinyatakan tidak terpapar Covid-19, kata Kapolda Metro, jajarannya akan menempelkan stiker.
"Pendataan pemudik kemudian memastikan pemudik bebas Covid-19 dengan metode stiker agar dilaksanakan secara maksimal dan jika ada kasus reaktif atau positif setelah kembali harus mengambil langkah kuratif yang signifikan," ucapnya.
Baca Juga: Ratusan Pemudik Dites Swab Antigen di Terminal Kalideres, 4 Positif Covid-19
5. Waspada klaster libur lebaran
Masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dari klaster libur lebaran selama dua pekan ke depan.
"Selanjutnya hingga pertengahan Juni kita tetap waspada itu arahan saya kepada seluruh Bhabinkamtibmas tetap waspada dan turun ke lapangan lakukan deteksi lakukan monitoring kita ada kasus segera lakukan langkah-langkah optimal," kata Kapolda Metro.
(Arief Setyadi )