Satu RT di Kudus Lockdown, Diingatkan Jangan Buat Acara Lebaran tapi Membandel

Taufik Budi, Okezone · Senin 31 Mei 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 512 2418022 satu-rt-di-kudus-lockdown-diingatkan-jangan-buat-acara-lebaran-tapi-membandel-JKune2TDwK.jpg Ganjar Pranowo saat meninjau satu RT di Kudus yang harus di-lockdown. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

KUDUS - Sebanyak 11 orang terpapar Covid-19 di RT 5/11 Desa Pedawang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Wilayah RT tersebut pun ditutup sementara aksesnya alisa kena lockdown, agar penyebaran virus corona tak semakin merajarela.

Kades Pedawang, Sofian mengatakan, peningkatan kasus di wilayahnya itu terjadi usai Lebaran Idul Fitri 1442 H. Diduga, banyak warga yang tetap menggelar acara keramaian meskipun sudah diingatkan.

"Banyak warga yang tetap menggelar acara, padahal sudah kami ingatkan. Akibatnya banyak yang tertular. Di sini satu RT ada tiga keluarga, sebanyak 11 orang, salah satunya meninggal dunia," katanya, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Gagal Terbang karena Dites Positif Corona, Balasan Penumpang Ini Bikin Geger

Sofian mengaku sudah melakukan pengetatan di RT tersebut. "Nanti kami koordinasikan dengan perangkat. Tapi rata-rata per hari ini kondisi warga yang isolasi mandiri itu sudah membaik. Mereka isolasi di rumah masing-masing," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan sidak penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus. Selain sejumlah layanan rumah sakit dan tempat isolasi, Ganjar juga melakukan pengecekan ke Desa Pedawang Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

"Kalau sudah satu RT kasusnya banyak, 11 orang satu meninggal, maka sudah masuk zona merah," kata Ganjar.

Baca juga: Catat! PPKM Mikro Diberlakukan Seluruh Provinsi Mulai Besok, Sekolah Boleh Tatap Muka

Dia menilai tindakan Bupati Kudus, Camat hingga Desa sudah tepat, yakni melakukan pengetatan. Tidak boleh ada kegiatan warga di sana bahkan warung saja tutup.

"Pak Camat dan Pak Kades eksekusi di lapangan, Puskesmas tracing. Itu sudah betul. Tapi kalau kemudian masyarakat masih lalu lalang, saya usul ditutup. Maka ini yang disebut lockdown tingkat RT. Inilah fungsi PPKM Mikro, dengan cara itu mudah-mudahan bisa dikendalikan," tegasnya. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini