Agus mencermati bahwa generasi muda saat ini memiliki tantangan yang berbeda dengan generasi masa lampau.
“Kita perlu mencermati perbedaan itu dan bagaimana menanganinya. Kalau dulu dikatakan hapalan, bacaan, sekarang ini dituntut ada implementasi dan praktik,” ucapnya.
Akan tetapi praktik itu harus diperkaya dengan pengetahuan dan membaca literatur yang sudah ada.
“Aneh kalau seorang WNI tidak hapal urutan Pancasila. Tantangan ini akan memberikan tantangan pada generasi tersebut karena diberikan kebebasan mengakses infonrmasi secara bebas dan independen, sementara kalau dulu terpusat,” katanya.
Anak muda sekarang ini mempunyai peluang sebagai generasi yang akan melesat ke masa depan dan kinerja kontribusinya akan dinilai di masa depan.
“Kita juga perlu melihat jangan mengambil asumsi bahwa apa yang kita lihat dan baca sekarang itu berbentuk final dari gagasan-gagasan yang sering kita bicarakan. Jangan berhenti pada kritik dan jangan kita bekerja untuk mengkritik mencari kesalahan, tetapi bagaimana solusinya,” katanya.
Agus sangat mendambakan generasi depan itu sebagai generasi yang mempunyai entitas moral dan etika, entitas intelektual.