Kini, antisemitisme kembali meningkat di seluruh Eropa, kata kelompok pengawas. Begitu juga kelompok sayap paling kanan. Walaupun edisi cetak Mein Kampf stagnan di seluruh dunia, edisi digital mengalami lonjakan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun penerbit menunjukkan berbagai alasan. Tahun lalu, Amazon melarang sebagian besar edisi buku tersebut dari situsnya.
Ginette Kolinka, usia 96 tahun, yang selamat dari Holocaust, mengisahkan kepada kelompok-kelompok sekolah Prancis terkait ingatannya. Kepada radio Prancis, ia mengungkapkan bahwa dia tidak pernah membaca Mein Kampf karena ia mempunyai buku lain untuk dibaca. Namun, dia mengatakan, anak muda perlu membaca semuanya -- baik dan buruk -- untuk membentuk opini mereka sendiri, dan akhirnya memahami toleransi.
Proyek terjemahan Fayard itu menuai kontroversi. Beberapa tahun lalu, pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon menyebutnya “secara moral tidak dapat diterima.” Sejak itu, pernyataannya didukung oleh beberapa tokoh Yahudi terkemuka, termasuk pemburu Nazi Serge Klarsfeld.
Rabi Agung Prancis, Haim Korsia, kepada VOA menyampaikan dukungan Klarsfeld atas terjemahan itu dalam membentuk pandangannya sendiri. Ia berpendapat, “Kita tidak dapat mencela dunia karena tidak membaca tulisan Hitler hampir seabad lalu -- yang memperkirakan kengerian yang dipersiapkan pemimpin Nazi itu – kemudian memberitahu orang-orang sekarang untuk tidak membaca terjemahan terbaru ini, yang dapat membantu mencegah kebencian, prasangka dan antisemitisme muncul kembali”.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.