JAKARTA - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menegaskan, potensi gempa dengan kekuatan magnitudo besar dan menimbulkan tsunami tidak hanya terjadi di pesisir Jawa Timur.
Berikut sejumlah fakta yang dibeberkan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono terkait gempa bumi :
1. Jalur Tunjaman Sunda, Jatim Tak Sendirian
"Di jalur tunjaman Sunda, Jawa Timur tidak sendirian dan bukan satu-satunya daerah rawan gempa dan tsunami,” tegas Daryono.
Baca juga: Waduh! Jalur Evakuasi Tsunami di Sejumlah Daerah Rusak Tertutup Sungai
Daryono mengatakan, potensi gempa besar yang bersumber di zona megathrust Sunda, hampir sama untuk semua wilayah baik Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, hingga Sumba, bukan Jatim saja.
2. Jateng, Jabar, dan Yogyakarta yang Paling Sering Dilanda Gempa
Kata Daryono, berdasarkan catatan sejarah bahwa Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat adalah wilayah yang justru paling sering dilanda gempa besar.
Baca juga: Pesisir Wonogiri Diklaim Aman dari Tsunami, tapi Harus Waspada Gempa
“Catatan sejarah gempa besar Jawa akibat aktivitas subduksi lempeng membuktikan bahwa justru Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat adalah yang paling sering dilanda gempa besar,” kata Daryono.
3. BMKG Minta Masyarakat Jangan Panik
Daryono meminta masyarakat tidak perlu panik, terhadap model skenario terburuk adanya potensi gempa Magnitudo (M) 8,7 dan menyebabkan tsunami di pantai Jawa Timur hingga Selat Sunda.
“Gaduh tsunami Jatim, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik karena model skenario terburuk itu dibuat untuk merancang mitigasi. Kapan terjadinya juga tidak ada yang tahu. Jadi respon mitigasi yang dinanti bukan kepanikan, potensi itu sama untuk semua wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok hingga Sumba, bukan Jatim saja,” tegas Daryono.