ILO & UNICEF: 160 Juta Anak di Dunia Dipaksa Bekerja

Agregasi VOA, · Jum'at 11 Juni 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 18 2423399 ilo-unicef-160-juta-anak-di-dunia-dipaksa-bekerja-IKJ8lC919U.jpg Foto: VOA.

“Jadi jika kita melihat dari segi prosentase, ini berarti hampir satu dari setiap lima anak Afrika dan satu dari setiap empat anak di sub-Sahara Afrika adalah pekerja anak. Mereka kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Mereka bekerja dalam usia muda. Mereka bekerja dengan jam kerja yang terlalu panjang. Mereka seringkali bekerja di sektor yang berbahaya,” ungkap Ryder.

Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore menyampaikan keprihatinan atas fenomena mengkhawatirkan adanya peningkatan jumlah anak-anak kecil yang bekerja keras. Ia mengatakan separuh dari semua anak yang menjadi pekerja anak di seluruh dunia berusia antara 5-11 tahun. Pandemi COVID-19 membuat situasi yang mengerikan ini menjadi semakin buruk, tambahnya.

BACA JUGA: Tampar Presiden, Pria Prancis Divonis 4 Bulan Penjara

“Dihadapkan pada hilangnya pekerjaan dan meningkatnya kemiskinan, keluarga-keluarga terpaksa membuat keputusan yang memilukan. Kami memperkirakan lebih dari sembilan juta anak akan terpaksa menjadi pekerja anak pada akhir tahun depan, jumlah yang akan meningkat menjadi hingga 46 juta jika cakupan perlindungan sosial gagal melindungi mereka karena penghematan yang dilakukan negara,” kata Fore.

Untuk membalikkan tren peningkatan pekerja anak itu, ILO dan UNICEF menyerukan perlindungan sosial yang memadai untuk semua, termasuk tunjangan anak secara universal dan pendidikan yang berkualitas, serta peningkatan anggaran agar anak-anak dapat kembali ke sekolah. Mereka mengatakan pekerjaan yang layak untuk orang dewasa harus diperbanyak agar anak-anak tidak perlu bekerja untuk membantu menghidupi keluarga mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini