Abu Dhabi Batasi Area-area Publik Bagi yang Sudah Divaksin Covid-19

Antara, · Jum'at 11 Juni 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 18 2423596 abu-dhabi-batasi-area-area-publik-bagi-yang-sudah-divaksin-covid-19-Jyy212WtNC.jpg Abu Dhabi (Foto: Reuters)

DUBAI - Abu Dhabi, emirat terpadat kedua di Uni Emirat Arab (UAE), akan membatasi akses ke pusat perbelanjaan, restoran, kafe, dan tempat umum lainnya mulai 15 Juni mendatang bagi mereka yang telah divaksinasi Covid-19 atau baru-baru ini menunjukkan hasil tes negatif.

Aturan baru tersebut diumumkan pada Rabu (9/6) malam ketika UAE, sebuah federasi dari tujuh emirat, mengalami peningkatan kasus harian selama tiga minggu terakhir. UAE, yang tidak memberikan rincian untuk setiap emirat, mencatat 2.179 infeksi baru pada Rabu (9/6), naik dari angka 1.229 pada 17 Mei.

Kantor media Abu Dhabi mengatakan pembatasan juga akan berlaku untuk pusat kebugaran, hotel dan fasilitasnya, taman umum, pantai, kolam renang, pusat hiburan, bioskop, dan museum.

Pengunjung harus membuktikan jika mereka telah divaksinasi atau baru-baru ini telah dites dengan hasil negatif melalui aplikasi Covid-19 negara itu, yang menampilkan riwayat vaksinasi dan pengujian individu.

(Baca juga: Paus Tolak Pengunduran Diri Uskup Agung Jerman Terkait Banyaknya Kasus Pelecehan Seksual)

Aplikasi seluler akan menunjukkan warna hijau jika orang tersebut telah divaksinasi atau dinyatakan negatif.

Individu yang belum divaksinasi perlu diuji setiap tiga hari untuk mempertahankan status hijau mereka. Orang yang telah divaksinasi lengkap akan melakukannya setiap 30 hari.

UAE mengumumkan bulan lalu bahwa mulai 6 Juni, kehadiran di acara langsung dan kegiatan sosial, termasuk di pernikahan dan di bar, akan dibatasi untuk mereka yang dapat membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi.

UAE memiliki salah satu tingkat inokulasi tertinggi di dunia dengan vaksin AstraZeneca, Pfizer/BioNTech, Sinopharm, dan Sputnik V yang tersedia untuk warga dan penduduk.

(Baca juga: Istri Gembong Narkoba Terbesar di Dunia Mengaku Bersalah di Persidangan, Didenda Rp142 Miliar)

Di Abu Dhabi, mereka yang diimunisasi dengan suntikan Sinopharm buatan China juga dapat menggunakan dosis Pfizer/BioNTech sebagai booster.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini