Meskipun sejauh ini plastik mungkin menjadi dampak yang paling tampak, plastik bukanlah yang paling berbahaya.
"Jika palet plastik ini ada di dalam ikan yang kita konsumsi, butiran plastik itu biasanya berada di saluran pencernaan," jelas Britta Denise Hardesty dari CSIRO Oceans and Atmosphere, Australia.
"Tapi kita tidak memakan seluruh bagian ikan kecuali ikan teri atau sardin."
'Keluarga kami akan alami kelaparan'
Bagi kalangan nelayan Negombo, kekhawatiran utama mereka bukan hanya apa yang terkandung di dalam ikan, tetapi kemungkinan mereka tidak bisa menangkap ikan sama sekali.
Pihak berwenang telah melarang penangkapan ikan di kawasan yang terdampak sehingga warga kehilangan mata pencaharian dan penghasilan seketika.
"Ikan berkembanng biak di terumbu karang di kawasan ini dan pihak berwenang mengatakan semua tempat ikan berkembang biak rusak akibat bahan kimia berbahaya. Tak ada pilihan lain bagi kami kecuali menceburkan diri ke laut dan mati ," ujar Tiuline Fernando, yang menjadi nelayan selama 35 tahun terakhir.
Walaupun pemerintah Sri Lanka mengharapkan dana kompensasi dan dana asuransi dari pemilik kapal yang berkantor di Singapura itu, penduduk setempat tidak terlalu yakin bahwa sebagian besar uang akan sampai ke mereka.
Bagaimanapun, persatuan nelayan mengaku mereka amat memerlukan bantuan, bukan hanya kalangan nelayan tetapi juga masyarakat secara umum.