Videokan Pembuang Sampah Sembarangan di Padang Dapat Uang Rp100 Ribu, Kirim ke Sini

Rus Akbar, Okezone · Senin 14 Juni 2021 03:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 340 2424582 videokan-pembuang-sampah-sembarangan-di-padang-dapat-uang-rp100-ribu-kirim-ke-sini-XnJf4jbrG0.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

PADANG - Beragam regulasi diterbitkan, termasuk ancaman denda bagi pelaku pembuang sampah sembarangan. Namun masih saja ada yang membandel dan tetap membuang sampah sembarangan.

Sebagai solusi, Pemko Padang mengajak warga memvideokan pelaku pembuang sampah sembarangan. Pengambil video akan dihadiahi uang tunai.

"Iya, kita akan beri insentif bagi pengambil video," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, Minggu (13/6/2021).

Insentif berupa penghargaan uang tunai diberikan kepada siapa saja yang memvideokan pelaku pembuang sampah. DLH Padang memberi insentif sebesar Rp100 ribu untuk satu video.

"Insentif berupa uang tunai hanya dapat diberikan dengan syarat dan ketentuan berlaku," terang Mairizon.

Baca juga: Luncurkan Program Jakarta Sadar Sampah, Pemprov DKI: Intinya Gotong Royong

DLH Padang menetapkan, video yang dikirimkan pelapor diharuskan memperlihatkan aktivitas pelanggaran membuang sampah sembarangan. Termasuk memperlihatkan wajah pelaku secara jelas.

"Selain itu, informasi melalui video dapat memberikan petunjuk bagi petugas untuk menemukan pelaku. Contohnya seperti plat nomor kendaraan dan lain sebagainya," tutur Kadis. 

Setelah mendapatkan video kiriman dari pelapor, petugas DLH dan Satpol PP akan memverifikasi kebenaran video tersebut. Apabila video dan data yang dikirimkan dianggap benar dan valid, serta pelaku pembuang sampah sembarangan diproses peradilan, pelapor akan mendapat insentif sebesar Rp100 ribu.  

"Silahkan kirim video melalui whatsapp di nomor 08116618603, atau ke http://bit.ly/sikatpel," sebut Mairizon. 

DLH Kota Padang menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Mairizon mengimbau kepada pelapor atau pemilik video untuk tidak mengunggah video di media sosial. "Kita akan jaga keamanan identitas pelapor," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini