Pemkab Kudus Keluarkan Kebijakan, Warga Dilarang Keluar Rumah Selama Sepekan

Agregasi Solopos, · Senin 14 Juni 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 512 2424693 pemkab-kudus-keluarkan-kebijakan-warga-dilarang-keluar-rumah-selama-sepekan-wbSrYc8PtB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mengeluarkan kebijakan tegas, yakni meminta kepada seluruh warga untuk tetap di rumah saja selama sepekan penuh. Kebijakan yang mulai berlaku sejak Senin (14/6/2021) ini diharapkan bisa menekan penularan Covid-19 varian B1.617.2 khususnya, dan varian lain.

Kebijakan di rumah saja selama sepekan penuh tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/1323/04.03/2021. Tujuannya adalah menambah efektifitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kota Kretek. Selain itu juga menekan angka kasus Covid-19 Kudus yang tengah tinggi.

Baca juga; Ganjar Temukan Banyak Tempat Isolasi Covid-19 Kosong di Kudus

Salah satu poin dalam surat edaran tersebut adalah, Satgas Covid-19 Kabupaten hingga Satgas Jogo Tonggo diberi wewenang untuk melakukan rapid test kepada warga yang membandel dan tetap melakukan mobilitas yang tidak perlu.

“Apabila nanti hasilnya reaktif, maka segera langsung dibawa untuk menjalani isolasi mandiri secara terpusat,” ucap Bupati Kudus, HM Hartopo.

Baca juga;  Bupati Kudus : Kalau Taat Prokes, Masyarakat Tak Perlu Takut Varian Covid-19 India

Jam Kerja

 

Selain itu, seluruh instansi perusahaan swasta maupun negeri diminta untuk mengatur jam kerja karyawan dengan sistem sif. Serta mengimbau karyawannya untuk tetap di rumah saja. Kendati demikian, pihaknya tidak akan menutup sektor-sektor perekonomian di Kabupaten Kudus. Seperti pasar, pabrik, dan swalayan.

“Tentunya ada pembatasan, baik dari segi kapasitas dan teknis lainnya. Pasar, swalayan, dan pabrik juga harus ada Satgasnya,” tegas Hartopo.

 .

Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum Sekda Kudus, Mas’ut, menyampaikan surat telah diteruskan ke berbagai organisasi perangkat daerah hingga tingkat kecamatan. Surat itu juga diteruskan hingga ke lapisan bawah RT dan RW.

“Kami mengimbau masyarakat untuk turut serta memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini dengan tetap di rumah saja dalam waktu yang ditentukan,” jelasnya.

Mobilitas Warga

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya juga telah mengajak masyarakat khususnya di Kabupaten Kudus untuk membantu pemerintah menekan penyebaran Covid-19. Salah satu di antaranya adalah dengan cara menekan mobilitas di masyarakat dengan gerakan lima hari di rumah saja.

Pernyataan itu dilontarkan Ganjar ketika meninjau sekaligus memastikan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Minggu (13/6/2021) seusai ditemukan adanya vairan B1.617.2 delta dari India. Varian baru sendiri dicurigai menjadi faktor cepatnya penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya dalam tiga pekan terakhir. Untuk itu, Ganjar mengusulkan gerakan lima hari di rumah saja dilakukan di Kabupaten Kudus

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini