Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Wong Kalang"Manusia Berekor" dan Ritus Bakar Boneka Kayu Orang Meninggal

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 15 Juni 2021 |07:24 WIB
Kisah Wong Kalang
Wong kalang sub suku di Jawa.(Foto:Okezone/Doddu Handoko)
A
A
A

WONG KALANG bisa disebut sub suku Jawa seperti suku Osing di Banyuwangi, dan suku Samin di Blora dan Bojonegoro.

Istilah Kalang telah ditemukan dalam prasasti Kuburan Candi di Desa Tegalsari, Kawedanan Tegalharjo, Kabupaten Magelang, yang berangka tahun 753 saka tau 831 masehi. Diduga, keberadaan mereka telah ada sejak sebelum Jawa memasuki zaman Hindu.

Dalam die Kalang auf Java (1877), AB Mayer mengatakan orang Kalang masuk golongan suku bangsa berambut keriting dan berkulit hitam. Mereka masih sekeluarga dengan bangsa Negrito dari Filipina, suku Semang dari Semenanjung Malaya, atau penduduk di Kepulauan Andaman.

Namun pendapat itu ditentang oleh E Ketjen, Ten Kate, dan van Rigg. Menurut mereka, orang Kalang bukan merupakan suku bangsa sendiri dan berlainan dengan Suku Jawa.

Orang Kalang adalah orang Jawa yang tersisih dari sistem pengkastaan pada masa Hindu. Nenek moyang mereka termasuk golongan tak berkasta atau paria.

Baca Juga: Kisah Bayi Aryo Penangsang Dihanyutkan di Sungai dan Ususnya Dikalungkan di Keris

Lalu dalam buku "Orang-orang Golongan Kalang (1971) "menyebutkan, sebagai kelompok yang tersisih secara sosial, orang-orang Kalang dipaksa tinggal di daerah pengasingan, seperti pantai yang berpaya-paya, tepi sungai, lereng gunung-gunung, dan tanah tandus.

Sebagian hidup mengembara di hutan-hutan. Lingkungan yang keras menempa mereka menjadi pekerja keras. Siapa orang Kalang? Jika ditanyakan soal itu kepada orang Kalang di Kendal, muncul uraian kisah yang berpangkal pada mitos.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement