Industri Langgar Prokes, 45 Warga Desa Banyuputih Positif Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Selasa 15 Juni 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 512 2425474 industri-langgar-prokes-45-warga-desa-banyuputih-positif-covid-19-9Nj4w8R5j3.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JEPARA - Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara masuk kategori risiko tinggi Covid-19. Di desa itu, terdapat 45 orang positif Covid-19 dan 5 di antaranya meninggal dunia.

"Desa kami sangat rawan sekali, ada 45 orang yang positif, 5 di antaranya meninggal dunia. Belum lagi ada 31 orang yang meninggal dan belum dicek apakah juga terkena Covid-19 atau tidak," kata Petinggi Banyuputih, Joko Prakoso, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Kasus Harian Melonjak, Rumah Sakit Islam Jakarta Tolak Pasien Covid-19

Joko menerangkan, tingginya kasus Covid-19 di desanya salah satunya disebabkan karena dampak perusahaan-perusahaan besar. Di desanya itu, ada empat perusahaan besar dengan karyawan ribuan orang.

Karyawan-karyawan itu lanjut dia banyak yang berasal dari luar daerah dan indekos di desanya. Tercatat ada 120 kos-kosan di desanya itu.

"Nah mereka itu kemarin saat Lbaran, tidak ada yang mengajukan izin pulang dan izin masuk juga tidak ada. Seharusnya kan dari perusahaan memberikan arahan dan laporan ke kami. Kemarin kami tidak tahu, tahu-tahu sudah begini. Kami yang repot," jelasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Wapres Ma'ruf Amin: Harus Waspada!

Joko pun meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang melakukan pantauan ke desanya, menegur perusahaan untuk memperketat protokol kesehatan. Sebab jika tidak, maka warganya terancam makin parah.

Menanggapi aduan itu, Ganjar langsung memerintahkan Bupati Jepara Dian Kristiandi yang mendampingi saat sidak, untuk segera melakukan penertiban. Semua perusahaan wajib memperketat protokol kesehatan.

"Siap Bapak, langsung kami tindak lanjuti," kata Dian.

Ganjar meminta Bupati segera menerbitkan surat edaran itu. Pihaknya juga akan memerintahkan dinas terkait untuk mengeluarkan surat edaran serupa.

"Bupati sudah merespons, maka kita minta dibuatkan surat edaran. Pemprov juga akan mengeluarkan kepada semua perusahaan di Jawa Tengah agar disiplin menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Surat edaran itu lanjut Ganjar sebenarnya sudah diberikan tahun lalu. Tapi karena ada kejadian di Jepara ini, maka Ganjar akan kembali menekankan hal itu.

"Sebab kalau tidak, nanti repot semua. Ini Petingginya yang repot, mereka tidak mendapat informasi tentang karyawan yang ada dan tidak bisa mengontrol. Kalau tidak terkontrol seperti ini, maka akan membahayakan karena kita tidak tahu karyawan sebanyak itu membawa virus atau tidak," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini