Duh! Kunjungi Pesantren, Warga Kudus Tularkan Covid-19 ke Puluhan Santri di Boyolali

Solopos.com, · Rabu 16 Juni 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 512 2426190 duh-kunjungi-pesantren-warga-kudus-tularkan-covid-19-ke-puluhan-santri-di-boyolali-BjbPZ5k1gL.jpg Foto: MNC Portal

BOYOLALI - Sebuah pondok pesantren menjadi klaster Covid-19 baru di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebanyak 35 santri dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 di Ponpes Tahfidzul Qur’an Istiqomah, Cepogo.

(Baca juga: Pria yang Ngaku Anggota Mabes Polri Ternyata Ini Pekerjaannya)

Tahfidzul Qur’an Istiqomah sendiri berada di Dukuh Tlogoimo, Desa Mliwis, Cepogo, Boyolali. Klaster ponpes ini menjadi salah satu klaster Covid-19 yang aktif di Boyolali saat ini.

Camat Cepogo, Tubinu mengatakan awal mula munculnya klaster Covid-19 di ponpes tersebut yakni adanya kunjungan tamu dari Kabupaten Kudus. Setelah adanya kunjungan tersebut, salah seorang petinggi di ponpes mengalami gejala batuk dan pilek seperti gejala Covid-19.

“Akhirnya diperiksa oleh Puskesmas. Hasilnya positif, setelah itu semuan santriwan santriwati di Istiqomah ini di-swab,” kata Tubinu, Rabu (16/6/2021).

(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)

Sebanyak 79 santri kemudan menjalani tes antigen dengan hasil 35 santri dinyatakan positif Covid-19. Para santri yang positif itu kemudian ditangani secara medis oleh tim satgas Covid-19 Cepogo. Mereka juga menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanggulangan Infeksi Puskesmas Cepogo, Sarono meminta kepada santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk isolasi mandiri dan melaporkan kepada pihak terkait apabila mengalami gejala lebih lanjut untuk mendapatkan perawatan intensif.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar. “Pelajaran kepada kita bahwasanya kita tidak serta merta untuk menerima tamu yang terutama asal usulnya dari klaster yang lebih besar, kebetulan ini dari Kudus,” ujarnya.

Sedangkan para santri yang positif Covid-19 tersebut akan dikarantina selama 11 hari bila tidak ada keluhan lebih lanjut, serta karantina selama 14 hari apabila ditemukan gejala atau keluhan yang serius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini