Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Ridwan Kamil Larang Wisatawan ke Bandung Raya

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Rabu, 16 Juni 2021 |17:41 WIB
Alasan Ridwan Kamil Larang Wisatawan ke Bandung Raya
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Pemprov Jabar)
A
A
A

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan alasan mengapa dirinya meminta wisatawan dari luar daerah tidak berkunjung ke Bandung Raya untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan karena melonjaknya kasus Covid-19.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, pihaknya hanya ingin melindungi warga Bandung Raya dan Provinsi Jabar, termasuk warga dari luar Jabar.

Pasalnya, kata Kang Emil, kawasan Bandung Raya kini telah dikepung zona merah Covid-19, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang notabene berbatasan langsung atau masih dalam satu wilayah aglomerasi.

"Ini kan bukan hal baru, keselamatan jiwa masyarakat adalah nomor satu. Jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan," kata Kang Emil di rumah dinasnya, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).

Saat ini, lanjut Kang Emil, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Bandung Raya sudah di atas angka 80 persen dan melampaui standar WHO dan nasional.

"Tingkat keterisian rumah sakit juga sudah di atas 80 persen di Bandung Raya, makanya saya deklarasikan siaga satu dan mengiimbau wisatawan supaya tidak datang dulu," katanya.

Ridwan Kamil juga mengatakan, Pemda Provinsi Jabar bersama Forkopimda telah bergerak bersama untuk mencegah penularan COVID-19 semakin menjadi. Bahkan, jajaran kepolisian dari Polda Jabar siap melakukan pencegatan di pintu-pintu perbatasan, agar Bandung Raya tidak jebol.

"Polda sudah siap weekend (akhir pekan) ini tidak jebol oleh mereka-mereka yang tidak disiplin. Kalau tidak disiplin, nanti rumah sakitnya penuh, kolaps. Nanti biasa yang disalahkan pemerintah lagi dan sebagainya," tutur Ridwan Kamil.

Baca Juga : Bantah Vaksin Nusantara Buatan Amerika, Terawan: 90% Bahan Ada di Indonesia

Apalagi, lanjutnya, varian baru Covid-19 dilaporkan sudah masuk ke beberapa daerah, seperti kasus varian baru Covid-19 di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

"Ini memang tidak nyaman. Ilmu kita tentang COVID-19 juga tidak paripurna tiap saat ada varian baru. Di Jawa Tengah sedang mengganas, Jakarta juga sudah hadir (varian baru)," kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement