GUNTUR Soekarnoputra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku". Berikut kisahnya.
Ada saja kesibukan Bung Karno selama mengungsi di Yogyakarta. Selain menghadiri sidang kabinet, rapat di daerah, juga memberikan petunjuk dan semangat kepada rakyat daerah dengan mengadakan rapat raksasa. Terutama petunjuk dan semangat berjuang untuk mempertahankan Negara Kesatuan RI.
Baca juga: Ajaran Marhaenisme Warisan Bung Karno
Juga memberikan kursus politik kepada para wanita di Istana Presiden di Yogyakarta hampir setiap bulan sekali.
Di bagian belakang Istana Yogyakarta, terdapat ruangan lebar dan panjang. Di sini Bung Karno selalu menggembleng wanita-wanita Indonesia, memberikan kursus politik kepada para wanita, remaja putri, mahasiswi, dan pelajar putri Indonesia di Yogyakarta.
Baca juga: Daftar Hal yang Disukai Presiden Soekarno, dari Durian hingga Film Amerika
Selain Bung Karno, beberapa pemimpin lainnya, antara lain Dr. AK Gani, ikut memberikan ceramah dan pidato.
Setiap kali Bung Karno selesai memberi pelajaran, bahannya selalu ditulis dan kemudian dibundel jadi satu. Maka jadilah buku berjudul Sarinah. Sarinah adalah nama wanita pengasuh Bung Karno waktu kecil. Lewat buku itu, nama Sarinah menjadi terkenal di seluruh Tanah Air, bahkan sampai ke luar negeri.
Untuk menjaga kesehatannya, Bung Karno berolahraga di halaman istana. Halaman ini juga digunakan untuk latihan berbaris Polisi Pengawal Pribadi Presiden, dan ia berlari-lari memutari mereka.