Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Udara Hantam Pasar di Ethiopia, Setidaknya 43 Orang Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 24 Juni 2021 |12:50 WIB
Serangan Udara Hantam Pasar di Ethiopia, Setidaknya 43 Orang Tewas
Foto: Reuters.
A
A
A

ADDIS ABABA - Serangan udara menewaskan setidaknya 43 orang di Kota Togoga di Wilayah Tigray. Ethiopia pada Selasa (22/6/2021), kata pejabat medis kepada Reuters. Laporan ini muncul setelah pertempuran baru berkobar dalam beberapa hari terakhir di ibu kota regional Makelle.

Juru bicara militer Ethiopia Kolonel Getnet Adane tidak mengonfirmasi atau menyangkal insiden tersebut. Dia mengatakan serangan udara adalah taktik militer yang umum dan pasukan pemerintah tidak menargetkan warga sipil.

BACA JUGA: PBB: 350 Ribu Orang di Tigray, Ethiopia, Terancam Bencana Kelaparan

Menurut kesaksian warga, bom menghantam pasar di Togoga sekira pukul 1 siang.

"Kami tidak melihat pesawat itu, tetapi kami mendengarnya," kata seorang wanita kepada Reuters, Rabu (23/6/2021).

"Ketika ledakan terjadi, semua orang berlarian keluar. Setelah beberapa saat kami kembali dan mencoba untuk mengambil yang terluka". Dia mengatakan bahwa suaminya dan putrinya, yang baru berusia 2 tahun, terluka dalam serangan itu.

Wanita itu mengatakan pasar telah penuh dengan keluarga, dan dia tidak melihat adanya angkatan bersenjata di daerah itu. "Banyak, banyak" orang telah terbunuh, katanya. Reuters tidak dapat memverifikasi kesaksiannyanya secara independen. Dia dan sumber lain meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.

BACA JUGA: Laporan Ungkap Pembantaian Massal oleh Pasukan Eritrea di Kota Suci Ethiopia

Pejabat medis mengkonfirmasi setidaknya 43 kematian, mengutip saksi dan responden pertama.

Seorang juru bicara Perdana Menteri Abiy Ahmed dan kepala satuan tugas pemerintah di Tigray tidak menanggapi permintaan komentar.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat khawatir dengan laporan korban sipil, demikian disampaikan juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di New York.

"Kami telah meminta akses ke daerah itu untuk menilai situasi dan melihat bagaimana kami dapat memberikan bantuan," kata Dujarric. "Situasi di daerah itu tetap sangat, sangat tidak stabil." 

Serangan udara itu terjadi ketika para pejabat Ethiopia menghitung surat suara dari pemilihan parlemen nasional dan regional yang diadakan minggu ini di tujuh dari 10 wilayah negara itu.

Tidak ada pemungutan suara yang diadakan di Tigray, di mana militer bertempur dengan pasukan separatis Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), sejak November. Kekhawatiran keamanan dan masalah surat suara juga menunda pemungutan suara di dua wilayah lainnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement