Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waketum IDI: PPKM Mikro Bisa Kendalikan Lonjakan Covid-19, tapi...

Fahreza Rizky , Jurnalis-Sabtu, 26 Juni 2021 |05:47 WIB
Waketum IDI: PPKM Mikro Bisa Kendalikan Lonjakan Covid-19, tapi...
Ilustrasi (Foto : iNews)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto, mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tidak terlalu efektif dalam menahan laju penyebaran Covid-19.

Apalagi, saat ini sudah menyebar varian delta di Tanah Air. Mutasi baru Covid-19 asal India itu disebut memiliki daya tular lebih cepat dari sebelumnya.

"Kalau hanya PPKM sulit untuk kendalikan, akan lama. Bisa kendalikan, tapi lama," kata Slamet saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia, Sabtu (26/6/2021).

Slamet menuturkan, pada dasarnya PPKM skala mikro memiliki konsep yang bagus untuk menekan laju virus corona. Namun permasalahannya pada saat impelementasi di lapangan hanya elemen pemerintah saja yang siap untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Sedangkan pranata masyarakat terkecil nonpemerintah seperti RT ataupun RW nampak belum siap untuk menjalankan kebijakan ini. Padahal sejatinya PPKM Mikro membutuhkan sinergitas antara elemen pemerintah seperti perangkat desa, lurah, kecamatan, TNI-Polri dengan masyarakat yang diwakili oleh RT/RW.

"Kalau PPKM Mikro berjalan juga bagus. Cuma masalahnya ketua RT, ketua RW, apakah sudah siap melakukan PPKM Mikro gitu loh. Yang siap cuma pemerintah," tutur Slamet.

Baca Juga : Anies Ingatkan Warga, Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua Melanda Jakarta

Karena itu, Slamet berpendapat kebijakan terbaik untuk menahan laju virus corona di Tanah Air yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, saat ini varian delta yang notabene lebih cepat menular telah masuk ke Tanah Air.

"Permasalahannya PPKM kurang optimal karena organ di bawah (seperti) RT/RW itu gak jalan. Itu yang jadi masalah. Jadi lebih baik kita kembali ke PSBB seperti pertama kali pandemi. Kita lakukan PSBB sperti itu cuma dimodifikasi setengah hari atau seperempat hari (agar ekonomi bisa berjalan)," terangnya.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan, kebijakan PSBB ketat seperti awal pandemi lebih berhasil menekan mobilitas warga ketimbang PPKM Mikro.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement