Biadab, Pria Ini Tusuk 16 Kucing hingga Mati

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 02 Juli 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 18 2434247 biadab-pria-ini-tusuk-16-kucing-hingga-mati-fj0P8pV91b.jpg Pria ini tusuk 16 kucing hingga mati (Foto: CNN)

INGGRIS - Seorang pria di Inggris dinyatakan bersalah atas serentetan serangan penusukan "biadab" terhadap 16 kucing peliharaan di kota pesisir Brighton, Inggris selatan.

Polisi Sussex mengkonfirmasi Steve Bouquet, seorang penjaga keamanan, 54, menyerang kucing peliharaan selama sembilan bulan di dekat alamat rumahnya, mulai Oktober 2018.

Sembilan dari kucing ditikam sampai mati, sementara tujuh lainnya selamat dari luka-luka.

Polisi mengatakan Bouquet, yang membantah tuduhan perusakan kriminal dan kepemilikan pisau di tempat umum, dinyatakan bersalah di Pengadilan Mahkota Chichester pada Rabu (30/6) setelah persidangan delapan hari.

Juri mendengar bagaimana pemilik hewan peliharaan mengeluarkan ribuan poundsterling dalam tagihan dokter hewan setelah penusukan.

Dia akan divonis pada 12 Juli mendatang.

(Baca juga: Biden Kunjungi Gedung yang Ambruk)

Menyusul laporan penusukan, polisi awalnya bingung siapa yang bertanggung jawab.

"Tidak ada saksi atas tindakan biadab itu dan tidak ada indikasi siapa yang bertanggung jawab," kata Inspektur Detektif Chris Thompson dalam sebuah pernyataan.

Namun kasusnya berbalik pada Mei 2019 ketika Bouquet tertangkap kamera sedang membelai dan kemudian menyerang seekor kucing berusia 9 bulan bernama Hendrix, yang kemudian meninggal karena terluka.

Melalui rekama video, Hendrix terlihat melarikan diri dari penyerang, ditikam dengan pisau dan lari pulang. Kucing itu kemudian mati karena luka-lukanya.

(Baca juga: Perancis dan Meksiko Sepakat Berantas Perdagangan Artefak)

"Pemilik Hendrix menemukan jejak darah yang mengarah dari lorong ke rumah mereka dan kemudian melihat kamera CCTV di dekatnya. Ini telah dipasang oleh tetangga yang kucingnya sendiri mengalami nasib yang sama, telah ditikam dan dibunuh setahun sebelumnya," terangnya.

"Kami memeriksa rekaman itu dan menemukan bahwa itu menangkap Bouquet membungkuk untuk membelai kucing itu sebelum mengambil sesuatu dari ranselnya dan tiba-tiba menyentak ke arahnya,” lanjutnya.

Thompson menggambarkannya sebagai "titik balik" dalam penyelidikan polisi.

Dua hari kemudian, pada 2 Juni 2019, petugas menangkap tersangka dan menemukan pisau dengan DNA kucing di bilahnya di rumahnya.

Thompson menambahkan polisi menemukan bukti di komputer Bouquet jika dia "berulang kali" mengunjungi situs web tentang kucing yang hilang di kota dan telah melihat "banyak" video anjing yang membunuh kucing.

Polisi juga juga menemukan dua foto kucing mati di perangkatnya. Bouquet mengatakan kepada polisi diirnya menyukai kucing.

Kepala Inspektur Nick May, komandan divisi untuk Brighton and Hove, mengatakan penusukan memiliki "dampak yang menghancurkan" pada pemilik kucing yang diserang, serta pemilik hewan peliharaan di daerah tersebut.

"Ada implikasi keuangan yang cukup besar juga, dengan beberapa pengeluaran hingga 7.500 poundsterling (Rp150 juta) untuk mencoba menyelamatkan hewan mereka," jelas May.

"Kami memahami minat publik yang cukup besar dalam kasus ini dan kami berbagi pembelajaran kami dengan Badan Kejahatan Nasional dan dengan pasukan lain yang telah mengalami insiden serupa,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini