AS: 17 Negara Masuk Daftar Negara Abai Perdagangan Manusia

Agregasi VOA, · Jum'at 02 Juli 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 18 2434450 as-17-negara-masuk-daftar-negara-abai-perdagangan-manusia-EZzuBPhevd.jpg Perdagangan manusia (Foto: AFP via VOA)

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Kamis (1/7), memasukkan 17 negara ke dalam daftar negara yang tidak memerangi perdagangan manusia. AS memperingatkan mereka tentang potensi sanksi AS.

Pemerintah AS juga memperingatkan beberapa sekutu dan teman AS, termasuk Israel, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, dan Turki, karena mengendurkan upaya melawan perdagangan manusia.

Penunjukan itu muncul dalam laporan tahunan “Perdagangan Manusia” Departemen Luar Negeri AS yang mengutip, pandemi Covid-19 sebagai penyebab lonjakan perbudakan manusia antara 2020 hingga kini.

Laporan yang mencakup 188 negara dan wilayah itu menulis, wabah telah menyebabkan jutaan orang berisiko dilecehkan dan mengalihkan perhatian beberapa pemerintah dari upaya membendung perdagangan manusia.

(Baca juga: India Catat 400.000 Kematian Terkait Virus Corona)

“Perdagangan manusia adalah kejahatan yang mengerikan. Ini merupakan krisis dunia dan sumber penderitaan manusia yang sangat besar," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam acara pada Kamis (1/7) di Washington.

"Perkiraan yang sering kita kutip, hampir 25 juta orang di seluruh dunia menjadi korban perdagangan manusia. Banyak yang dipaksa menjadi pekerja seks komersial. Mereka dipaksa bekerja di pabrik atau ladang, atau bergabung dengan kelompok bersenjata," terangnya.

Blinken mencontohkan pemerintah Kuba dan China.

(Baca juga: Turki Resmi Keluar dari Perjanjian Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Tuai Kecaman)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini