“WHO menyarankan ini dipakai dalam rangkaian uji klinis, ini dilakukan di Inggris pada orang-orang terdaftar yang isolasi di rumah, tidak di rumah sakit tapi termonitor. Belum ada bukti yang menyatakan obat ini bisa diklaim secara scientific sebagai terapi pengobatan Covid-19,” tegasnya.
Pandu mengimbau masyarakat untuk jangan langsung percaya dengan klaim obat-obatan yang belum tentu benar.
“Kita harus skeptic jangan langsung muda percaya, jangan percaya dengan klaim-klaim obat yang belum tentu benar tanpa riset dan penelitian yang baik dan terpercaya,” pungkas Pandu Riono.
Baca Juga: Selain Ibu Hamil, Ivermectin Juga Tak Bisa untuk Tangani Anak Covid-19
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.