Ratusan Karyawan Perkebunan Tebu Positif Covid-19

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Rabu 07 Juli 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 340 2436615 ratusan-karyawan-perkebunan-tebu-positif-covid-19-urDFuDbVA7.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

SUMBA TIMUR – Pemeriksaan rapid antigen terhadap karyawan PT. MSM di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT dilaksanakan selama dua hari. Dari pemeriksaan itu didapati total 188 karyawan perusahaan yang bergerak dalam inventasi perkebunan tebu dan pabrik gula itu positif rapid test antigen Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Satuan Tugas (satgas) Covid – 19 setempat, Letkol (Czi) Dwi Joko Siswanto.

“Pemeriksaan rapid antigen dilaksanakan pada hari Minggu (4/7/2021) dan Senin (5/7/2021) kemarin. Dilaksanakan oleh tim dokter PT. MSM juga didukung oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan,” jelas Dwi Joko yang juga menjabat Dandim 1601 Sumba Timur itu.

Baca juga:  Ratusan WNA di Bali Ikut Serbuan Vaksinasi Kodam IX Udayana

Lebih lanjut Dwi Joko merincikan, pemeriksaan pada Minggu (4/7/2021) sebanyak 34 orang yang positif. Sedangkan untuk pemeriksaan pada hari berikutnya sebanyak 154 orang yang positif.

“Karyawan pendatang dari luar Sumba melaksanakan karantina di dalam komplek perusahaan PT.MSM sedangkan yanfg merupakan warga local atau seputaran perusahaan PT.MSM semula di perlakukan sama dengan karyawan pendatang, namun kerena melaksanakan perlawanan dan tidak berkenan untuk karantina di dalam komplek PT.MSM, mereka kemudian karantina mandiri di rumah masing-masing,” papar Dwi Joko sembari menegaskan bahwa hasil test rapid antigen biasanya kecil kemungkinan utuk berbeda hasilnya dengan hasil PCR.

Baca juga:  Langgar PPKM Darurat, 2 Perusahaan Industri di Cikarang Disegel

Dwi Joko yang dihubungi kembali pada, Selasa (6/7/2021) menyatakan, dirinya telah pula menyarankan Pemkab untuk mengambil langkah tegas terkait dengan realita di PT. MSM itu. Karena kondisi itu sudah bisa terkategori cluster baru sekalipun semuanya terkategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sudah saya sampaikan ke Bupati untuk diambil langkah tegas,” timpalnya ketika ditanya adakah saran dan masukan Satgas untuk mengintruksikan penutupan sementara aktifitas di perusahaan itu.

Dihubungi terpisah media ini, Dumaria Pandjaitan, selaku CSR HPI agro PT. MSM, Selasa (06/7/2021) belum memberikan tanggapan dan penjelasan terkait hal banyaknya karyawan Perusahaan yang masuk dalam Djarum Group itu. Pihanya hanya menjanjikan akan memberikan stetement karena masih dipersiapkan. Namun hingga berita ini ditulis belum juga terealisasikan.

“Kami akan keluarkan statement. Masih disiapkan karena ini masih koordinasi dengan seluruh tim Sumba,” tulisnya dalam pesan WhatsApps.

Hingga Selasa (06/7/2021) pukul 19 : 00 WITA, dalam data yang dipublish Posko Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Covid – 19 Sumba Timur justru menampilkan hanya terjadi penambahan 43 kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR, itupun untuk 20 kasus baru. Sementara untuk pemeriksaan rapid antigen hanya 24 sampel positif.

Data yang dipublish Senin (5/7/2021) pukul 19 : 00 WITA kemarin juga tidak menampilkan data penambahan kasus yang signifikan jika merujuk hasil test rapid antigen pada PT. MSM pada dua hari beruntun. Dihari itu hanya terpublish satu sampel positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR. Sedangkan hasil pemeriksaan Rapid Antigen hanya 23 sampel positif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini