Kasus Covid Menggila, Bupati Majalengka Ajak Warganya Berdoa dan Bersalawat

Inin Nastain, Koran SI · Kamis 08 Juli 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 525 2437491 kasus-covid-menggila-bupati-majalengka-ajak-warganya-berdoa-dan-bersalawat-hIlSkKKVN4.jpg Bupati Majalengka Karna Sobahi (Foto: Dok Sindonews)

MAJALENGKA - Di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 dan tingginya angka kematian, Bupati Majalengka Karna Sobahi meminta warganya untuk lebih meningkatkan lagi ibadah kepada Tuhan. Imbauan itu disampaikan Bupati lewat Surat Edaran(SE) Nomor: 451//1102/kesra, yang diterbitkan 8 Juli 2021.

Dalam SE itu, ada 4 point yang disampaikan Bupati. Dari 4 point itu, 3 di antaranya berisi tentang ibadah kepada Tuhan. Adapun 1 poin lainnya, berisi larangan menggelar acara yang berpotensi bisa menimbulkan kerumunan.

Baca Juga:  Covid-19 Bogor Melonjak, Ade Yasin Keluarkan 7 Instruksi Optimalkan PPKM Darurat

Point pertama berbunyi ‘menginstruksikan kepada jamaah dan warga masyarakat untuk meningkatkan aktivitas membaca Alquran setiap ba’da Magrib sampai Isya dan ba’da Subuh sampai waktu Duha di tempat tinggalnya masing-masing.’

Point dua SE tersebut meminta pengurus Masjid untuk menyelanggarakan dzikir dengan menggunakan pengeras suara.

“Menginstruksikan kepada pengurus Masjid Jami’ untuk menyelenggarakan dzikir, salawat, dan do’a bersama yang diperdengarkan melalui pengeras suara Masjid selama massa PPKM Darurat dengan waktu yang disesuaikan, jamaah yang terbatas dan penerapan protokol kesehatan,” demikian point dua dalam SE itu.

Masih dalam point 2 dijelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi Covid-19. “Menginstuksikan kepada jamaah dan warga masyarakat untuk meningakatkan kepedulian pada sesama melalui pemberian sodaqoh bagi saudara atau tetangga yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam masa isolasi mandiri,” jelas Karna dalam poin 3.

Pada point terakhir, Bupati menginsruksikan kepada jamaah dan warga masyarakat untuk menunda seluruh kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan menunda mobilitas ke luar daerah.

Baca Juga:  Warga Jaktim Resah Jalan Permukiman Jadi Jalur Tikus Hindari PPKM Darurat

Sementara, seiring tingginya lonjakan kasus terkonfirmasi positif dan meninggal, pemerintah setempat berencana untuk mengirim sampel ke Pemrov Jabar. Hal itu untuk mengetahui apakah jenis Covid-19 yang menyerang Majalengka saat ini dari varian Delta atau bukan.

“Kami akan koordinasi dengan Pemprov untuk memastikan apakah ini Delta atau masih jenis lama,” kata Sekdis Kesehatan Agus Susanto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini