Dengan Alsintan Produktivitas Pertanian Bali Meningkat, Biaya Produksi Hemat

Agustina Wulandari , Okezone · Senin 12 Juli 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 1 2439599 dengan-alsintan-produktivitas-pertanian-bali-meningkat-biaya-produksi-hemat-BsPDCmi2Bt.jpg Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementerian Pertanian)

BALI - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bali mendorong modernisasi, yakni mekanisasi dalam pertanian di Bali dengan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan). Penggunaan alsintan dalam sektor pertanian terbukti meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menerangkan, alsintan menandai modernitas sektor pertanian Indonesia. Dalam era 4.0, sektor pertanian ditandai dengan penggunaan alsintan sebagai alat produksi petani.

"Pertanian Indonesia harus bergerak maju beradaptasi dengan era 4.0. Pertanian kita saat ini sudah masuk ke dalam tahap pertanian yang maju, mandiri dan modern," kata Mentan SYL.

Baca Juga: Pemerintah Daerah Harus Bisa Manfaatkan Alsintan untuk Kembangkan Pertanian

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menambahkan, penggunaan alsintan diarahkan untuk peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Pengembangan alsintan diharapkan seimbang dengan tenaga kerja manusia, sehingga pengembangan pertanian tetap memberdayakan petani dengan teknologi pertanian yang maju.

"Alsintan dapat membantu petani menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi pertanian. Sebut saja, misalnya, pada saat masa musim tanam," tutur Ali.

Dengan alsintan, mengolah sawah yang tadinya membutuhkan waktu lima sampai enam hari untuk luas lahan satu hektare, kini hanya hitungan jam saja.

“Kami juga terus memodernisasi alat-alat pertanian, agar pertanian kita semakin maju, mandiri, dan modern," ujar Ali.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan Andi Nur Alamsyah menambahkan, alsintan yang dikelola dengan baik akan memberikan pemasukan lebih kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Selain itu pengelolaan alsintan juga didorong melalui UPJA sehingga pemanfaatannya lbh efektif dan optimal.

"Dengan begitu, petani akan mendapatkan nilai tambah dari hasil usaha penyewaan alsintan ini," kata Andi. Ia berharap para petani dapat memaksimalkan pemanfaatan bantuan alsintan yang diberikan.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini