Share

Wanita 90 Tahun Meninggal Usai Terkena 2 Varian Virus Covid-19 Sekaligus di Waktu Bersamaan

Susi Susanti, Koran SI · Senin 12 Juli 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 18 2439258 wanita-90-tahun-meninggal-usai-terkena-2-varian-virus-covid-19-sekaligus-di-waktu-bersamaan-aZJJAan7yS.jpg Ilustrasi virus Covid-19 (Foto: Reuters)

BELGIA - Seorang pasien lanjut usia (lansia) di Belgia meninggal tak lama setelah dites positif koinfeksi dengan dua varian virus corona yang berbeda. Para peneliti mengatakan dia kemungkinan tertular strain dari dua orang yang berbeda.

Kasus ini dilaporkan oleh para ilmuwan Belgia di Kongres Eropa Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular, yang diadakan online tahun ini.

Seorang wanita berusia 90 tahun dirawat di sebuah rumah sakit di Aalst, Belgia pada awal Maret lalu setelah beberapa kali jatuh sakit. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada hari yang sama. Dia tinggal sendirian, menerima perawatan di rumah, dan belum divaksinasi.

Pasien awalnya memiliki tingkat oksigen yang "baik" dan tidak ada masalah pernapasan. Namun, napasnya memburuk dengan cepat, dan dia meninggal lima hari kemudian.

(Baca juga: Tentara Ini Tabrak Atap dan Mendarat di Dapur, Parasut Gagal Dibuka)

Selama perawatan, dokter menemukan bahwa pasien telah terinfeksi dengan varian Alpha dan Beta dari Covid-19, yang sebelumnya dikenal sebagai strain Inggris dan Afrika Selatan.

“Ini adalah salah satu kasus koinfeksi pertama yang terdokumentasi dengan dua varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian,” terang Anne Vankeerberghen, penulis utama laporan dan ahli biologi molekuler di Rumah Sakit OLV di Aalst.

Peneliti mengatakan bahwa pasien kemungkinan tertular jenis virus yang berbeda dari dua orang yang berbeda, karena Alpha dan Beta hadir di Belgia pada saat itu.

“Sayangnya, kami tidak tahu bagaimana dia terinfeksi,” kata Vankeerberghen. Dia menambahkan bahwa sulit untuk mengatakan apakah koinfeksi berperan dalam memburuknya kesehatan pasien dengan cepat.

(Baca juga: Persahabatan Presiden Soekarno dan Gamal Abdel Nasser Dorong Hubungan Indonesia-Mesir)

Kejadian global dari fenomena ini mungkin diremehkan, karena pengujian terbatas untuk varian yang menjadi perhatian dan kurangnya cara sederhana untuk mengidentifikasi koinfeksi dengan sekuensing seluruh genom.

Pada Januari 2021, para peneliti dari Brasil mengatakan mereka telah menemukan dua pasien yang terinfeksi dengan dua jenis virus corona yang berbeda – varian lokal yang dikenal sebagai B.1.1.28 dan jenis baru yang disebut VUI-NP13L.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini