Banjir Terparah Hantam Jerman, 80 Tewas, Ratusan Orang Hilang

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 16 Juli 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441723 banjir-terparah-80-tewas-ratusan-orang-hilang-gNOQTCZEac.jpg Jerman banjir parah, 80 tewas, ratusan orang hilang (Foto: Reuters)

JERMAN - Sedikitnya 80 orang tewas dan ratusan lainnya belum ditemukan di Jerman setelah beberapa banjir terparah dalam beberapa dasawarsa. Rekor curah hujan di Eropa barat menyebabkan sungai meluap, menghancurkan wilayah tersebut.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah menjanjikan dukungan penuh untuk para korban.

Di Jerman, negara bagian Rhineland-Palatinate dan North Rhine-Westphalia yang paling parah terkena dampaknya.

Selama kunjungan ke daerah yang terkena dampak parah, Perdana Menteri Rhine-Westphalia Utara, Armin Laschet, menyalahkan cuaca ekstrem sebagai penyebab pemanasan global, dengan mengatakan tindakan perlindungan iklim harus dipercepat.

Pihak berwenang mengatakan di distrik Ahrweiler, Jerman barat, hingga 1.300 orang belum ditemukan. Seorang juru bicara pemerintah setempat mengatakan jaringan seluler telah dimatikan, sehingga tidak mungkin untuk menghubungi banyak orang.

(Baca juga: Bangsa Pribumi: Lebih Banyak Kuburan Tak Bertanda Ada di Bekas Sekolah Asrama)

Desa Schuld yang dihuni populasi 700 orang diketahui hampir seluruhnya hancur. Sebuah bendungan besar di dekat perbatasan Belgia, Rurtalsperre, sedang dalam kapasitas dan sedikit meluap. Hujan lebih deras diperkirakan di seluruh wilayah pada Jumat (16/7).

Sekitar 15.000 polisi, tentara dan pekerja layanan darurat berada di lokasi untuk membantu pencarian dan penyelamatan, sementara helikopter mengangkat penduduk yang terdampar dari atap dan tank membersihkan jalan dari pohon tumbang dan puing-puing.

Di kota Erftstadt-Blessem, banjir menyebabkan deretan rumah runtuh seluruhnya atau sebagian. Seruan minta tolong terdengar dari gedung-gedung yang penghuninya hanya bisa dijangkau dengan perahu.

Para ilmuwan telah berulang kali memperingatkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia akan membawa curah hujan ekstrem seperti ini.

(Baca juga: Seluruh Penyulingan Wiski Dikirim ke China, Termasuk 35 Ton Peralatan)

Belgia juga melaporkan sedikitnya 12 orang tewas setelah cuaca ekstrem, yang oleh para pemimpin politik dituding sebagai penyebab perubahan iklim.

Belanda juga terkena dampak parah, dengan banjir lebih lanjut di Luksemburg dan Swiss.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini