Siswa Boleh Masuk Sekolah jika Satu Keluarga Sudah Divaksin Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 16 Juli 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441779 siswa-boleh-masuk-sekolah-jika-satu-keluarga-sudah-divaksin-covid-19-M7KuKE19HX.jpg Siswa boleh masuk sekolah jika satu keluarga sudah divaksin (Foto: Reuters)

CHINA - Siswa tidak akan diizinkan kembali ke sekolah pada September mendatang kecuali seluruh keluarga mereka divaksinasi Covid-19 sepenuhnya. Hal ini diungkapkan beberapa pemerintah daerah di China.

"Mereka yang belum disuntik harus bergegas dan ditusuk untuk menghindari mempengaruhi kembalinya anak Anda ke sekolah," bunyi pemberitahuan di kota Beiliu provinsi Guangxi, yang diposting awal pekan ini.

Keputusan ini berlaku untuk siswa dari segala usia. Pemerintah daerah di provinsi lain, termasuk Jiangxi dan Henan, mengeluarkan arahan serupa untuk mengatakan hanya siswa yang keluarganya divaksinasi yang diizinkan menghadiri semester musim gugur yang baru. Namun, aturan ini sangat berbeda tergantung di mana Anda tinggal.

Di provinsi Pingxiang, Hebei utara, siswa sendiri yang berusia antara 12 - 17 tidak akan diizinkan kembali ke sekolah kecuali mereka telah divaksinasi sepenuhnya. Tidak jelas apakah ini berlaku untuk siswa dari usia lain.

(Baca juga: Polisi Sita Kokain Mirip Arang Senilai Rp599 Miliar)

Beberapa kota juga mengatakan orang perlu divaksinasi untuk memasuki tempat-tempat umum seperti rumah sakit dan supermarket.

Hancheng di provinsi Shaanxi mengatakan bahwa orang yang tidak divaksinasi tidak akan diizinkan mengunjungi hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Tenggat waktu berbeda di setiap kota, tetapi kebanyakan dari mereka telah menetapkan batas waktu akhir Juli bagi orang-orang untuk menerima vaksinasi mereka sebelum tindakan ketat diterapkan.

Pengumuman tersebut mendapat reaksi keras secara online. Warganet menyebut keputusan ini "tidak adil".

(Baca juga: Banjir Terparah Hantam Jerman, 80 Tewas, Ratusan Orang Hilang)

"Awalnya, mereka mengatakan vaksinasi bersifat sukarela. Ternyata itu wajib," tulis seseorang di platform microblogging Weibo.

Otoritas kesehatan utama China mengatakan bahwa sementara orang harus didorong untuk divaksin, keputusan akan diserahkan kepada mereka.

Namun, tingkat pemerintahan yang lebih rendah juga telah diberitahu untuk memprioritaskan memvaksinasi sebanyak mungkin orang.

Ini terjadi ketika China berharap untuk mencapai target nasionalnya untuk menginokulasi 64% populasinya pada akhir tahun.

China bergabung dengan negara-negara seperti Prancis dan Yunani yang telah membuat vaksin Covid-19 wajib di beberapa sektor atau berisiko ditutup.

Hingga saat ini, China telah memberikan lebih dari 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19, meskipun komisi kesehatannya belum mengatakan berapa banyak orang yang telah divaksinasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini