Merespon hal ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat dihubungi MNC Portal, mengatakan, muazin atau bilal dalam konteks salat Idul Adha bertugas memberi tanda bahwa salat dimulai.
"Muazin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih. Bukan hanya kumandang azan, tetapi juga memberi tanda salat dimulai. Kalau di salat Ied, muazin atau bilal, dia yang mengkomando: assolaatu jaami’ah," ucap Yaqut melalui pesan singkat.
Namun demikian, pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengakui muazin secara harfiah memiliki arti orang yang mengumandangkan azan. Sedangkan bilal itu diambil dari nama muazin pertama dalam sejarah Islam yakni Bilal bin Rabah.
"Jadi, secara harfiah, muazin itu artinya orang yang mengumandangkan azan. Bilal itu, tafa’ulan kepada sahabat Bilal, sahabat Nabi yang pertama kali mengumandangkan azan," tutup Yaqut.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.