Kemudian yang kedua adalah simbol kurban, yaitu bentuk ketulusan untuk mengatasi keadaan pandemi virus corona.
Samsul menambahkan, pandemi Covid-19 sebagai momen introspeksi diri sehingga tidak perlu adanya rasa pesimis terhadap kondisi sekarang.
Dia meyakini bila wabah Covid-19 berlalu, masyarakat akan makmur dan sejahtera. “Untuk sementara memang tidak enak, tapi yakinlah bahwa suatu saat nanti kita akan menikmati hasilnya,” ujar dia.
Baca juga: Kepatuhan Prokes di Restoran Paling Rendah, Tak Capai 80%
Sebelumnya, PWNU Jakarta juga turut mensosialisasikan kepada warga terutama para Nahdliyin di DKI agar Shalat Idul Adha dan takbiran dilakukan di rumah masing-masing.
“Kalau pun ada di Masjid, ya cukup pengurusnya saja. Jangan ada yang takbir keliling. Mari kita jadikan rumah masing-masing sebagai Masjid,” kata dia.
Baca juga: Wagub DKI Minta Yayasan Pengelola Kremasi Tak Ambil Untung
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.